Kolom Bachtiar Adnan Kusuma Tokoh Literasi dan Ketua GPMB Maros
Apa yang menarik di Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026 yang diperingati Koramil Lau dan Gerakan Pembudayaan Minat Baca Kabupaten Maros, 25 Juli 2026 di Koramil Kecamatan Lau, Maros Provinsi Sulawesi Selatan?
Selain menghadirkan Guru Besar Psikologi Universitas Negeri Makassar plus Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang juga perindu gerakan literasi, Prof.Dr.Muhammad Jufri, S.Psi.M.Psikologi yang peduli dan selalu hadir di tengah-tengah penggerak literasi di Sulsel. Pada sisi lain kegiatan Lomba Menulis dan Mewarnai ini digerakkan salah seorang Perwira militer yang memiliki kepedulian atas tumbuhnya ekosistem literasi di kabupaten Maros, Mayor Inf.Dr.Khaedir Makkasau.
Dan, menarik lagi karena kegiatan Satu Jam Menulis dan Mewarnai bersama Koramil Lau adalah sejurus dengan Ajakan dan Seruan Bupati Maros Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H. agar membaca dan menulis menjadi gerakan keluarga, masyarakat dan pendidikan.
Nah, dari Lomba Menulis Anak Sejak Dini sejurus dengan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child Development pada 2017 menunjukkan bahwa anak sudah bisa mulai belajar menulis pada usia 3 tahun. Dari penelitian tersebut, menunjukkan usia 3 tahun anak telah memiliki kemampuan menuliskan “kata-kata” secara pre-fonologis dengan menuliskan susunan huruf, yang mungkin tidak bermakna, dengan mengulang penulisan beberapa jenis huruf dan mengikuti panjang-pendek bunyi kata.
Misalnya saja, anak usia 3 tahun mungkin belum mengerti bagaimana cara menulis kata “pus” dan “jerapah”. Namun secara pre-fonologis, mereka akan mengetahui bahwa tulisan dengan bunyi “pus” lebih pendek daripada tulisan untuk bunyi “jerapah”.
Karena itu, anak-anak akan menulis mock letters (simbol yang terlihat seperti huruf namun bukan huruf sungguhan) untuk menggambarkan bunyi “pus” dengan susunan yang lebih pendek daripada untuk menggambarkan bunyi “jerapah”.
Pertanyaannya, bagaimana cara mendidik Anak Menulis di Rumah?
Menulis tak sekadar kemampuan yang bisa dimiliki setiap anak. Karena setiap anak yang memiliki kemampuan menulis adalah pencapaian tertinggi.
Jadi, ketika pada akhirnya si Kecil dapat menulis, sebenarnya ia telah merengkuh pencapaian yang luar biasa.
Nah, agar anak bisa cepat menulis, setiap keluarga bisa mengajari anak menulis dengan mengikuti beberapa cara mudah dan efektif berikut ini: Membacakan Buku Cerita.
Langkah awal mengajarkan anak bisa menulis adalah dengan membacakan buku setiap malam sebelum tidur. Gerakan membacakan buku anak sebelum tidur telah diluncurkan Bupati Maros Dr.H.A.S.Chaidir Syam, S.IP.M.H. beberapa waktu lalu.
Ketika si Kecil secara konsisten mendengarkan Ibu membacakan buku cerita Nabi Muhammad saw atau buku-buku lain dengan suara merdu nan ekspresif, anak-anak memperkaya kosakata anak dan membuat mereka mengerti bagaimana cara menggunakan kosakata berkomunikasi.
Satu Jam Menulis bersama Koramil Lau memiliki nilai penting terutama mengajak anak-anak cinta membaca dan menulis. Pada sisi lain dari percakapan penulis dengan anak-anak peserta lomba Menulis, sesungguhnya mereka tak sekadar dilatih menuliskan pikiran-pikirannya tentang apa pengetahuan mereka tentang Militer. Lebih jauh lagi menciptakan hubungan emosional anak-anak dengan Militer.
Pada akhirnya, Satu Jam Menulis bersama Militer, sebuah contoh Mulia dari Kabupaten Maros.
Moncongloe, 26 Juli 2026












