Dibutuhkan Konten Literasi Inspiratif, Menggugah, dan Edukatif untuk Mengajak Masyarakat ke Perpustakaan

0
31
- Advertisement -

PINISI.co.id– Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Abbas Hasan, AP., M.M., mengajak 50 peserta Pembekalan Lomba Video Konten Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep untuk mendesain pesan-pesan literasi yang mampu mengedukasi masyarakat.

“Buatlah pesan-pesan literasi yang mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai basis kemajuan Kabupaten Pangkep,” kata Abbas Hasan pada Kamis, 25 Juni 2026, di Lantai 2 Perpustakaan Kabupaten Pangkep.

Pada kesempatan tersebut, Abbas Hasan yang didampingi Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca, Hj. Salmawati, menerima wakaf buku dari Tokoh Literasi Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma.

Acara Pembekalan Lomba Video Konten Literasi dibuka oleh Bupati Pangkep yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hj. Najmiah, S.P.

Tokoh Literasi Nasional yang juga Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI, Bachtiar Adnan Kusuma, didaulat menjadi pembicara pada sesi pertama. Dalam pemaparannya, ia menguraikan berbagai strategi menghadirkan konten literasi yang inspiratif, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Bachtiar Adnan Kusuma menggugah peserta agar mampu mendesain konten literasi yang hidup, inspiratif, dan menggugah kesadaran publik. Caranya, kata narasumber Perpustakaan Nasional RI dan Deklarator Nasional Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia itu, adalah dengan prinsip “Sampaikanlah Walau Satu Konten.”

“Konten yang dibuat dengan pendekatan inovatif, menarik, dan unik sering kali memadukan kekuatan visual dan storytelling agar lebih memikat. Basisnya adalah penguatan dan pengayaan wawasan melalui literasi baca,” tegas Bachtiar Adnan Kusuma.

BAK menegaskan bahwa walaupun hanya satu konten yang dibuat, konten tersebut harus memiliki pesan dan makna yang sederhana namun kuat. Menurutnya, yang terpenting bukan sekadar memburu kuantitas, melainkan keberanian untuk mulai berkarya.

“Jadi, tunggu apa lagi? Panggung digital menunggu kontribusi kita. Berkaryalah dengan hati, berkreasilah dengan tanggung jawab. Selamat berkarya,” ujar BAK.

Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma mengajak para peserta menyusun pesan-pesan literasi yang efektif dan efisien. Selain memperkuat basis data dan referensi serta memilih tema yang unik, peserta juga didorong untuk merancang konten yang inovatif dengan tujuan meningkatkan kesadaran literasi masyarakat sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai rumah bersama bagi kemajuan peradaban.

Selain Bachtiar Adnan Kusuma, pembekalan juga menghadirkan pembicara Reza Yuda Pratama dan Dwi Julian, S.M., dengan Badauni sebagai moderator.
Naskah ini sudah disusun dengan gaya berita yang lebih rapi, mengalir, dan sesuai kaidah bahasa jurnalistik tanpa mengurangi isi aslinya. (Fen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here