Kolom Muhammad Said Didu
Kamis, 5 Maret 2026 kami menghadiri acara Petisi dan Doa bersama atas terbunuhnya pimpinan tertinggi Iran Ayatullah Seyed Ali Khamemei oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel di kediaman Dubes Iran di Jakarta, terpancar harapan baru perubahan tatanan dunia yang selama ini dikendalikan oleh AS (dan Israel).
Iran telah muncul mematahkan arogansi AS dan Israel. Iran bisa tampil sebagai “pemimpin baru dunia” – selain karena Iran memang negara yang sudah ribuan tahun memiliki peradaban yang sangat kuat dan maju – juga karena mereka memegang 3 (tiga) prinsip : (1) hormati dan bela kemanusiaan, (2) bela agama, dan (3) tegakkan kedaulatan negara.
Namun sangat disayangkan bahwa sejak perjuangan kemerdekaan dan saat Merdeka, Indonesia sebenarnya juga dibangun di atas 3 (tiga) prinsip perjuangan tersebut, namun atas bujukan (atau ketakutan) terhadap Donald Trump justru Indonesia memilih meninggalkan prinsip tersebut dan sepertinya lebih memilih bergaung dengan AS dan Israel. Suatu pembalikan arah perjuangan yang sangat drastis.
Perubahan arah tersebut bisa disebabkan karena : (1) sudah kehilangan prinsip dan arah perjuangan bangsa, (2) kebodohan, (3) pemimpin merasa paling tahu dan paling benar, (4) pembantu Presiden sangat tidak kompeten, (5) kombinasi.
Kita pantas prihatin atas pilihan posisi Indonesia yang sepertinya lebih memilih bergabung bersama AS dan Israel dan berhadapan dengan perjuangan Palestina dan Negara pendukung.
Saat sebagian besar Negara koalisi Amerika Serikat selama ini seperti Negara Eropa (NATO) memilih meninggalkan AS dan Israel dan memilih mendukung perjuangan Palestina, justru Indonesia memilih bergabung bersama AS (dan Israel).
Atas keprihatinan posisi Indonesia tersebut, kami sebagian rakyat Indonesia yang tergabung dalam komunitas GMKR (Gerakan Merebut kembali Kedaulatan Rakyat) menyerahkan pernyataan duka cita dan dukungan kami kepada Iran untuk melawan AS dan Israel. Dukungan tersebut didasarkan pada pelaksanaan UUD 1945. Semoga penyerahan dukungan tersebut bisa menjadi satu lilin kecil di tengah “kegelapan” hubungan Iran dengan Indonesia yang sangat terlambat meberikan ucapan duka cita atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei.
Kami berharap agar tidak ada pihak lagi yang antara Syiah dan Sunni karena perjuangan Iran adalah untuk menyelamatkan kemanusiaan dan peradaban dunia yang sedang dihancurkan oleh AS dan Israel – bukan masalah Agama.
Kami berharap semoga Pemimpin Indonesia menyadari kesalahan memilih posisi dalam konflik Iran melawan AS+Israel yang terkesan sangat kuat memilih bersama AS+Israel. Perubahan tersebut Insya Allah belum terlambat.













