PINISI.co.id- Jakarta Business School (JBS) bakal menggelar kegiatan Student Leadership and Scientific Writing Camp pada 17–18 Juni 2026 di kawasan Gunung Lumut, Sukamakmur, Bogor, Jawa Barat. Program ini dirancang sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mahasiswa sekaligus meningkatkan kemampuan akademik melalui penulisan karya ilmiah.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan regenerasi kepengurusan organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek struktural, tetapi juga pada penguatan kapasitas individu dan kolektif mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan kepemimpinan membutuhkan sumber daya yang solid, adaptif, serta memiliki kompetensi akademik yang kuat.
Mengusung tema “Strengthening Leadership, Building Collaboration, and Advancing Scientific Capacity”, kegiatan ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, memiliki kemampuan bekerja sama, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan kompetitif.
Ketua Student Leadership and Scientific Writing Camp Azka Hindami Al Irfan, menjelaskan bahwa tantangan mahasiswa saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berorganisasi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analitis, dan produktif dalam menghasilkan karya ilmiah. Karena itu, diperlukan program yang mampu mengintegrasikan penguatan karakter kepemimpinan dengan peningkatan kapasitas akademik secara simultan.
“Sebagai bagian dari metode pembelajaran, panitia memilih kegiatan outbound yang berbasis experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun komunikasi, kepercayaan, kemampuan memecahkan masalah, serta sinergi dalam tim,” ujar Azka.
Menurut Azka, berbagai penelitian internasional menunjukkan efektivitas metode tersebut. Kouzes dan Posner dalam The Leadership Challenge menegaskan bahwa kepemimpinan berkembang melalui pengalaman langsung, refleksi, dan penerapan dalam situasi nyata.
Program-program kepemimpinan yang dikembangkan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) maupun State University of New York (SUNY) juga menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis pengalaman mampu meningkatkan kesadaran diri, kecerdasan emosional, dan kemampuan kolaborasi peserta.
Selain kegiatan kepemimpinan di alam terbuka, peserta juga mendapatkan pembekalan intensif dalam penulisan karya ilmiah. Seluruh peserta dibagi ke dalam enam kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang. Setiap kelompok diwajibkan menyusun satu draft karya ilmiah yang berangkat dari pengalaman dan refleksi selama mengikuti kegiatan.
Program ini mengadopsi konsep “Learning by Doing” yang dikembangkan oleh John Dewey serta diperkaya dengan pendekatan Project-Based Learning. Peserta tidak hanya belajar teori kepemimpinan dan kerja sama tim, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam berbagai simulasi dan tantangan lapangan sebelum menuangkannya ke dalam karya akademik.
Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, peserta telah mengikuti program pembekalan selama empat pekan yang meliputi materi penulisan karya ilmiah, persiapan kegiatan alam terbuka, survival dasar, serta manajemen tim. Pembekalan tersebut bertujuan memberikan kesiapan teknis maupun akademik agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal.
Kegiatan ini didampingi oleh fasilitator profesional dari berbagai bidang. Materi kegiatan alam terbuka dan keselamatan lapangan dibimbing oleh praktisi bersertifikat dari BASARNAS, sementara pendampingan penulisan ilmiah dilakukan oleh peneliti dari CORE Indonesia yang berpengalaman dalam pengembangan karya ilmiah dan riset akademik.
Melalui kegiatan ini, Jakarta Business School berharap dapat melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang mumpuni. Luaran program tidak hanya berupa peningkatan kapasitas diri peserta, tetapi juga karya ilmiah yang dapat dipublikasikan dan dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi ilmiah di tingkat kampus, nasional, maupun internasional.
Student Leadership and Scientific Writing Camp menjadi salah satu bentuk komitmen Jakarta Business School dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (Lif)












