Jakarta, 4 Maret 2026 – Tokoh nasional asal Sulawesi Selatan, Jusuf Kalla, menyatakan kesiapannya untuk hadir dan membersamai para saudagar dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar, Makassar.
Kepastian itu disampaikan saat menerima kunjungan Pengurus Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) bersama Panitia Pelaksana PSBM XXVI di kediamannya di Jalan Brawijaya, Darmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).
Rombongan pengurus dipimpin Ketua Harian BPP KKSS Prof. Dr. Ir. A.M. Syakir, didampingi Sekretaris Jenderal Abdul Kadir Karding dan Wakil Ketua Umum Ibnu Munzir. Turut hadir jajaran panitia pelaksana, yakni Sekretaris Panitia Sapri Pammulu, Wakil Ketua Panitia A. Muktadir Taiyeb, serta Wakil Bendahara Armilawaty Razak.
Kunjungan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus melaporkan kesiapan pelaksanaan PSBM XXVI serta memohon kesediaan Jusuf Kalla sebagai tokoh Sulawesi Selatan dan inisiator Pertemuan Saudagar Bugis Makassar untuk hadir dan memberikan sambutan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Jusuf Kalla menyambut para pengurus dan panitia dengan penuh keakraban. Ia mengucapkan terima kasih atas kunjungan tersebut, diselingi candaan dan tawa khasnya. Pada kesempatan itu, ia juga berbagi cerita mengenai aktivitasnya bersama keluarga besar dalam mengisi bulan Ramadan.
Jusuf Kalla menyatakan kesediaannya untuk hadir bersama para saudagar dan berbagi pengalaman serta ilmu sebagai sesama pelaku usaha. Ia juga mengisahkan awal mula rintisan perhelatan PSBM yang digagas bersama dua tokoh pengusaha Sulawesi Selatan, yakni Aksa Mahmud dan almarhum Alwi Hamu.
Menurutnya, inisiasi PSBM dilatarbelakangi kegelisahan karena belum munculnya saudagar besar dari Sulawesi Selatan pada masa itu. Ketiganya kemudian bersepakat untuk mempertemukan para saudagar, baik yang bermukim di Sulawesi Selatan maupun yang berada di perantauan.
Ia menjelaskan, terdapat dua filosofi utama dalam pembentukan PSBM. Pertama, menumbuhkan spirit dan semangat kewirausahaan agar saudagar besar tetap mempertahankan dan mengembangkan usahanya, saudagar menengah bangkit menjadi besar, serta saudagar kecil naik kelas menjadi menengah. Kedua, sebagai media untuk mendorong para saudagar terpanggil membangun daerah asalnya di Sulawesi Selatan.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla berharap PSBM tidak hanya menonjolkan aspek seremonial, melainkan benar-benar menjadi ruang terjadinya transaksi dan kerja sama bisnis antar-saudagar, pemerintah daerah, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
“Yang terpenting adalah ada transaksi dan kerja sama nyata. Jangan hanya seremoninya,” pesannya.
Sebelum mengakhiri arahannya, Jusuf Kalla juga memberikan pandangan mengenai kondisi perekonomian nasional saat ini serta tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha.
Sementara itu, Ketua Harian BPP KKSS A.M. Syakir menyampaikan salam dari Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, yang berhalangan hadir karena menghadiri pemakaman tokoh KKSS almarhum Jenderal A. Rivai. Ia menegaskan bahwa kehadiran Jusuf Kalla sangat diharapkan sebagai figur sentral dan penggagas lahirnya forum saudagar tersebut.
Sekjen BPP KKSS Abdul Kadir Karding juga menyerahkan undangan resmi beserta logo PSBM XXVI. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tahun ini menghadirkan format baru berupa forum khusus Pertemuan Saudagar dalam bentuk business matching yang dirancang sebagai wadah transaksi dan penjajakan kerja sama bisnis antarpelaku usaha.
PSBM XXVI akan dirangkaikan dengan Halal Bi Halal yang mempertemukan para saudagar dengan pemerintah daerah serta Kadin Sulawesi Selatan. Panitia menargetkan sekitar 2.000 peserta akan hadir dalam kegiatan tersebut.
Pelaksanaan PSBM tetap mengacu pada amanah para inisiator, yakni digelar lima hingga tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat jejaring ekonomi masyarakat Bugis-Makassar di berbagai daerah.
Acara silaturahmi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama. (AS)












