PINISI.co.id- Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI) Syamsul Bahri menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum paling tepat untuk memperkuat kepedulian sosial dan memperbanyak amal kebajikan.
“Membantu saat bulan Ramadhan adalah ladang amal kita kelak,” tegas Ketua Umum FORSIMEMA-RI dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Pernyataan tersebut menangkap esensi utama Ramadhan sebagai bulan transformasi spiritual sekaligus sosial. Menurutnya, Ramadhan tidak hanya memperkuat hubungan vertikal manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga mempererat hubungan horizontal antar sesama.
“Di bulan suci ini, hubungan kita tidak hanya diperkuat ke atas kepada Allah SWT, tetapi juga ke samping, kepada sesama manusia. Kepedulian sosial menjadi bagian penting dari kesalehan spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, membantu orang lain di bulan Ramadhan bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan investasi jangka panjang sebagai bekal kehidupan di akhirat. Ramadhan, kata dia, menjadi momen terbaik untuk menjadikan setiap kebaikan sebagai ladang amal yang berlipat ganda.
Ramadhan sebagai Ladang Amal Terbaik
Ketua Umum FORSIMEMA-RI memaparkan setidaknya tiga alasan mengapa Ramadhan menjadi waktu paling ideal untuk meningkatkan amal kebajikan.
Pertama, pelipatgandaan nilai pahala. Dalam ajaran Islam, setiap amal baik yang dilakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan ganjaran pahala berlipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Hal ini menjadi motivasi kuat bagi umat Islam untuk lebih giat dalam bersedekah, berzakat, dan membantu sesama.
Kedua, melatih empati sosial. Rasa lapar dan dahaga saat berpuasa menjadi pengingat nyata akan kondisi masyarakat kurang beruntung. Dari sinilah tumbuh empati yang mendalam, sehingga dorongan untuk berbagi tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan lahir dari kesadaran dan kepedulian.
Ketiga, pembersihan diri dan harta. Membantu sesama berfungsi sebagai sarana pensucian jiwa, membersihkan harta, serta mengikis sifat kikir dan kesombongan. Dengan berbagi, seseorang belajar merendahkan hati dan menumbuhkan rasa syukur.
Makna “Membantu”, merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Kedua hal tersebut, menurutnya, harus berjalan seiring sebagai fondasi membangun solidaritas dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Membantu dengan tulus adalah nilai penting yang harus terus kita hidupkan, terutama di bulan suci Ramadhan,” pungkasnya. (Lif)













