Kisah Sukses PSBM XXVI: Kepala Daerah Kompak Tawarkan Peluang Investasi ke Saudagar

0
173
- Advertisement -

PINISI.co.id- Salah satu sesi yang paling menarik perhatian dalam rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI adalah sesi success story yang dikemas dalam diskusi bertema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”. Forum ini menghadirkan sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional yang memaparkan peluang investasi di wilayah masing-masing.

Hadir sebagai pembicara antara lain Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Gubernur Kalimantan Timur Rusdi Masud, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, Gubernur Sulawesi Utara serta Wakil Menteri PPPA Veronica Tan.

Secara umum, para pembicara kompak mengajak para saudagar dan investor untuk berinvestasi di daerah masing-masing.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos secara khusus menekankan besarnya potensi ekonomi di wilayahnya, terutama pada sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan kelapa. Ia menyebutkan bahwa peluang di sektor peternakan ayam dan telur sangat menjanjikan.

Dengan kebutuhan ayam mencapai sekitar 25.000 ton per tahun, potensi ekonominya mendekati Rp1 triliun, sementara sektor telur diperkirakan mencapai Rp800 miliar per tahun.

- Advertisement -

Tingginya harga akibat biaya logistik justru membuka peluang usaha baru.
Di sektor perikanan, potensi tuna juga dinilai sangat besar. Namun hingga kini baru sekitar 20 persen yang dimanfaatkan, akibat keterbatasan armada kapal, cold storage, dan fasilitas pengolahan.

Selain itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling juga memaparkan berbagai peluang usaha di daerahnya khususnya potensi kelapa. Selama ini Sulut sebagai pengekspor kelapa.

Tak ketinggalan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengajak pengusaha untuk membangun daerahnya.

Akan halnya Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi besar mulai dari sektor kehutanan hingga kelautan. Ia mendorong para saudagar untuk mengambil peran dalam berbagai bidang, seperti perumahan, perhotelan, peternakan unggas, hingga pengembangan sapi. Selain itu, kebutuhan kapal untuk distribusi logistik juga menjadi peluang strategis.

“Saudagar bisa menjalin kerja sama dan memperkuat silaturahmi. IKN menunggu kita semua,” ujarnya.

Dialog berlangsung interaktif, termasuk bersama Menteri Pertanian yang membahas kesiapan lahan, di antaranya penyediaan sekitar 20 ribu hektare di Kalimantan Timur untuk pengembangan hortikultura.

Dari kalangan pengusaha, Firmansyah menyoroti besarnya potensi industri kelapa yang disebut mampu menyumbang hingga Rp700 triliun per tahun bagi negara jika dikelola optimal. Ia juga mendorong pembangunan ekosistem industri kelapa di wilayah Maluku Utara.

Sementara itu, pelaku usaha pengelolaan sampah di Jakarta, Jusman Sikki, mengajak warga KKSS di seluruh Indonesia untuk mulai mengelola sampah sebagai peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.

Dewan Pembina KKSS, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa terdapat potensi dana umat yang dikelola Kementerian Agama mencapai sekitar Rp1.00 triliun, yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong penguatan ekonomi umat.

Salah satu inisiator PSBM, Aksa Mahmud, berharap para saudagar dapat memperkuat kolaborasi dan tidak ragu masuk ke sektor strategis seperti pertanian. Ia mencontohkan tokoh dunia Bill Gates yang mulai beralih ke sektor pertanian. “Revolusi ke depan adalah pangan,” tegas Aksa.

Forum ini menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan para saudagar menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis potensi daerah. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here