Menata Arah PSBM ke-26 Tahun 2026
Kolom Muslimin Mawi
Aktivis dan Pemerhati Organisasi
Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) merupakan salah satu pilar penting dalam ekosistem ekonomi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Sejak digagas dan dilaksanakan secara berkelanjutan, PSBM telah berperan sebagai ruang konsolidasi, silaturahmi dan penguatan jejaring usaha warga KKSS di berbagai sektor. Dalam perjalanannya, PSBM tidak hanya menjadi forum temu saudagar, tetapi juga medium pertukaran gagasan, pengalaman dan nilai-nilai kultural yang melekat pada etos dagang Bugis Makassar.
Memasuki pelaksanaan PSBM ke-26 Tahun 2026, pasca Lebaran (Idul Fitri), PSBM berada pada fase yang menuntut pembacaan ulang terhadap arah, peran dan kontribusinya. Perkembangan zaman, dinamika ekonomi global dan nasional, serta perubahan karakter pelaku usaha meniscayakan adanya transformasi. PSBM perlu terus berkembang dan meningkatkan kualitasnya agar tetap relevan, adaptif, dan berdampak nyata bagi penguatan ekonomi warga KKSS.
Dalam berbagai refleksi dan diskursus sebelumnya, telah berulang kali ditegaskan bahwa kekuatan utama PSBM terletak pada kemampuannya membangun ekosistem, bukan sekadar menyelenggarakan pertemuan. Ekosistem yang dimaksud mencakup pendidikan ekonomi, penguatan kapasitas usaha, serta keberlanjutan regenerasi saudagar Bugis Makassar. Di sinilah perhatian terhadap sektor pendidikan dan ekonomi, khususnya bagi saudagar muda sebagai pemula, menjadi sangat strategis.
Saudagar muda merupakan aset masa depan KKSS. Mereka tumbuh di tengah perubahan teknologi, pola pasar yang dinamis, serta tantangan kompetisi yang semakin terbuka. PSBM perlu hadir sebagai ruang pembelajaran kolektif, tempat transfer pengetahuan lintas generasi, serta wahana pembentukan karakter kewirausahaan yang berakar pada nilai budaya, namun berpandangan maju. Peningkatan kapasitas saudagar muda bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi KKSS.
Dengan jumlah saudagar muda yang terus bertambah di lingkungan KKSS, potensi besar sesungguhnya sedang menunggu untuk digerakkan. Penulis meyakini bahwa potensi ini dapat didorong secara lebih masif melalui penyatuan visi, jejaring dan langkah strategis. PSBM memiliki posisi yang tepat untuk menjadi simpul penggerak penyatuan potensi tersebut, sehingga kekuatan yang selama ini tersebar dapat terhimpun menjadi daya dorong kolektif.
KKSS sebagai organisasi besar berbasis kedaerahan Sulawesi Selatan sesungguhnya memiliki sumber daya yang melimpah. Namun, dalam praktiknya, potensi itu sering kali masih berada pada tataran laten, disadari tetapi belum sepenuhnya diaktualisasikan. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengubah potensi laten tersebut menjadi potensi yang tepat guna, terkelola, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan warga.
Sektor pendidikan dan usaha perdagangan, khususnya UMKM dan berbagai bentuk usaha lainnya, menjadi ruang strategis untuk aktualisasi tersebut. Konsep kolaborasi dan penyatuan langkah merupakan pendekatan yang relevan dan rasional, mengingat seluruh saudagar Bugis Makassar berada dalam satu payung organisasi KKSS. Melalui kolaborasi, usaha-usaha kecil dapat diperkuat, jejaring diperluas, dan skala ekonomi ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, sistem gerakan PSBM juga perlu terus disempurnakan. PSBM tidak cukup hanya menjadi forum gagasan dan seremonial, tetapi harus berkembang menjadi sistem yang mampu melahirkan program konkret, terukur dan berkesinambungan. Perencanaan yang matang, pelaksanaan yang disiplin, serta evaluasi yang berkelanjutan menjadi kunci agar setiap pelaksanaan PSBM memberikan nilai tambah yang jelas bagi organisasi dan anggotanya.
KKSS dan PSBM tidak boleh lagi berjalan apa adanya. Tantangan ke depan menuntut organisasi yang maju dalam visi, modern dalam pendekatan dan profesional dalam tata kelola. Profesionalisme bukan semata persoalan struktur, tetapi juga menyangkut budaya kerja, sistem pengambilan keputusan, serta keberanian melakukan pembaruan.
Mengingat besarnya potensi KKSS dalam sektor usaha perdagangan, penguatan sumber daya ekonomi warga harus menjadi agenda berkelanjutan. Peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan ekosistem UMKM, serta pengembangan jejaring perdagangan antar wilayah dan antar generasi perlu terus didorong. PSBM diharapkan menjadi lokomotif yang menggerakkan seluruh potensi tersebut secara terintegrasi.
PSBM ke-26 Tahun 2026 bukan hanya penanda perjalanan waktu, tetapi momentum strategis untuk menegaskan arah baru. Dari forum inilah diharapkan lahir komitmen bersama untuk membangun PSBM yang lebih berdaya, KKSS yang lebih kuat dan saudagar Bugis Makassar yang semakin berkontribusi bagi kemajuan ekonomi bangsa, berakar pada nilai budaya, bergerak dengan semangat kolaborasi dan melangkah dengan visi masa depan.
Eramas 2000, 12 Februari 2026













