PINISI.co.id- Bogor kembali menjadi tempat bersejarah bagi warga diaspora Takalar. Tepat pada Ahad, 12 April 2026, Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (BPN-KKTP) mengukuhkan dua Pengurus Wilayah (BPW), yakni Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara.
Kota Bogor sendiri merupakan tempat awal lahirnya KKTP. Pada tahun 2024, sejumlah tokoh diaspora Takalar berkumpul dan membentuk Tim 7 sebagai tim perumus organisasi para diaspora Takalar.
Dengan terbentuknya dua pengurus wilayah tersebut, jumlah BPW KKTP kini menjadi lima wilayah, yakni Papua Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Kalimantan Utara.
Pengukuhan BPW KKTP Jawa Timur dan Kalimantan Utara ditandai dengan pelantikan pengurus oleh Ketua Umum BPN-KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa. Dalam sambutannya, Ketua Umum menyampaikan bahwa sosok yang dipercaya menakhodai kedua wilayah tersebut merupakan tokoh yang telah dikenal luas oleh diaspora Takalar dan masyarakat setempat.
“Tokoh yang kami percayakan memimpin Jawa Timur adalah Tetta Hamsah Dg Nyengka, sedangkan Kalimantan Utara dipimpin Tetta Darmo Dg Gading,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua I Bidang Organisasi BPN-KKTP, Taufik Anwar Pali Dg Sijaya, menyampaikan bahwa hingga tahun 2026 telah terbentuk lima Pengurus Wilayah KKTP.
“Target kami, di mana pun terdapat warga diaspora Takalar, di situ akan dibentuk kepengurusan wilayah,” katanya.
Hamsah Dg Nyengka, SE Ketua BPW KKTP Jawa Timur
Sosok Tetta Hamsah Dg Nyengka yang berasal dari Kecamatan Mangarabombang, Takalar, dikenal sebagai pengusaha di bidang logistik, khususnya pengiriman barang antarpulau, dan berdomisili di Kota Surabaya.
Ia juga dikenal luas oleh warga Sulawesi Selatan yang bermukim di Jawa Timur. Selain sebagai pemilik perusahaan pengiriman barang, Tetta Nyengka aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik.
Sosoknya dikenal humanis karena kerap membantu warga asal Sulawesi Selatan yang menghadapi berbagai kendala, khususnya di Surabaya. Kedekatannya dengan masyarakat membuat dirinya pernah dipercaya menjadi Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Ia juga mempersunting gadis pujaannya yang berasal dari Surabaya.
Darmo Dg Gading, S.Kep., M.Kes Ketua BPW KKTP Kalimantan Utara
Darmo Dg Gading, S.Kep., M.Kes., merupakan sosok yang dikenal luas oleh diaspora Sulawesi Selatan maupun masyarakat Kota Tarakan. Ia berasal dari Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Takalar. Di lingkungan keluarga, ia dikenal dengan nama I Nojeng Manninggau Kr. Gading.

Saat ini Tetta Gading berkiprah sebagai pengusaha. Sebelumnya, ia merupakan anggota Bhayangkara yang mengabdikan diri selama kurang lebih 30 tahun. Jabatan terakhirnya berada di Bidokkes Kepolisian dengan pangkat IPTU sebelum memasuki masa purnabakti pada Agustus 2025.
Ia dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu. Pada tahun 2025, ia berhasil menyelesaikan pendidikan magister di bidang kesehatan.
Di tengah kesibukannya, Tetta Gading tetap aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan dinilai layak memimpin BPW KKTP Kalimantan Utara.
A. Muktadir Taiyeb Dg Rurung selaku Sekretaris Jenderal KKTP menuturkan bahwa pengukuhan dua BPW tersebut merupakan bagian dari rangkaian Halal Bihalal warga Diaspora Takalar.
Acara pengukuhan BPW KKTP yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom dan hybrid ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pengurus, di antaranya Ince M. Rivai Dg Masiga atau yang dikenal sebagai Mamasiga, tokoh masyarakat Kota Tarakan sekaligus Dewan Penasehat BPN KKTP dan BPW KKTP Kalimantan Utara.
Hadir pula para pengurus BPW yang akan dikukuhkan, Dewan Penasehat BPN KKTP H. Ahmad Dg Se’re yang juga anggota DPR RI Fraksi NasDem, Dewan Pakar Prof. Dr. H. Dahyar Daraba, Prof. Dr. H. Adlin Dg Sila, drh. H. Hasbullah Ismail Dg Nyikko, Dr. Ir. Nirwan Nasrullah Dg Tunru, jajaran pengurus BPN KKTP, serta perwakilan BPD KKSS Kabupaten dan Kota Bogor, hingga Kota Malang.
Terbentuknya BPW KKTP di beberapa provinsi semakin meneguhkan kehadiran KKTP sebagai Ballak Ratena atau Ballak Lompona bagi warga Diaspora Takalar di perantauan. KKTP menjadi wadah untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan memperkuat semangat a’bulo sibatang dalam merajut nilai sipakatau, sipakainga, sipakalabbiri, dan sipappace.
Nilai-nilai itu juga menjadi pengingat pesan orang tua kepada para perantau Takalar agar senantiasa menjaga “tiga ujung”, yakni ujung lidah, ujung badik, dan ujung kemaluan. Selain itu, warga diaspora diharapkan tetap memegang teguh prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, menyatu dengan masyarakat setempat sebagai saudara, tanpa melupakan adat istiadat Takalar, Butta Panrannuangku.
(amt)














