PINISI.co.id-Tokoh literasi Bachtiar Adnan Kusuma, membekali Mindset Literasi Digital kepada Pustakawan SD, SMP dan SMA SMK kabupaten Jeneponto di Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Rabu Tgl 6 Mei 2026. Acara yang dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Jeneponto Salmawati Paris dan Plt. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufiq, disaksikan masing-masing Abdul Gafur, Hj. Syahru Rahmadani, dan Plt. Sekdis Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Jeneponto Muh.Yanis.
Bunda Literasi Salmawati Paris menyerahkan buku karyanya berjudul” Dari Desa Menyalakan Harapan” kepada Plt Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto.
Sementara itu, Bachtiar Adnan Kusuma didaulat menjadi pembicara pertama dengan judul materi “ Ledakan Literasi Informasi dan Mindset Etika Digital” yang diikuti 50 orang peserta. Menurut Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini, penting bagi guru-guru sebagai tokoh transformatif beperan mencardaskan anak-anak didik melalui pembentukan cara berpikir dan berpola pikir Mindset Digital yaitu memiliki pola pikir kuat untuk memahami dan meanfaatkan data dan teknologi dengan benar.
Bachtiar Adnan Kusuma, tegas kalau esensi dasar mindset digital adalah berpikir dan berinteraksi dengan data dan teknologi. “ Data adalah semua model interaksi yang didapatkan sebagai referensi, analisis maupun komputasi, kuncinya cakap memanfatkaan internet dengan tujuan memperkaya informasi guru-guru kita” kata Bachtiar Adnan Kusuma.
Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma mengajak guru-guru selain menjadikan informasi dan literasi sebagai kebutuhan pokok, informasi juga menjadi sebuah kekuatan sekaligus komoditas yang sehat jika dimanfaatkan dengan baik. Benar, kata BAK kalau informasi telah menjadi kebutuhan primer dan manfaatnya adalah membantu mengambil keputusan yang lebih baik, meningkatkan prestasi akademik dan memampukan menggunakan teknologi yang efektif dan efisien.
“ Literasi Informasi tak sekadar memacu potensi kemampuan berpikir kritis dan mendorong kemandirian belajar guru-guru, tapi lebih penting lagi adalah cerdas bermedia digital dan bijak memanfaatkan secara sehat literasi informasi dengan baik. Kuncinya, dibutuhkan Netiket kesadaran kolosal untuk melakukan sesuatu dengan sadar, bertanggungjawab, jujur dan bijak bermedia digital” kunci Bachtiar Adnan Kusuma.
Acara yang dipandu Wakil Ketua HIMPAUDI Jeneponto Ani Hajar, memimpin jalannya diskusi dengan hidup dan inspiratif. (Man)













