PINISI co.id- Usai pertemuan dua tokoh, Habib Rizieq Shihab dan Habib Muhsin, di Markas Besar Front Persaudaraan Islam (FPI) Petamburan, Jakarta, Habib Muhsin segera menginstruksikan para aktivis Islam untuk melakukan musyawarah dan konsolidasi. Langkah ini bertujuan mengaktifkan kembali Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Persaudaraan Islam di Sulawesi Selatan.
Gerakan amar ma’ruf nahi munkar dinilai penting sebagai benteng keimanan dan ketakwaan, sekaligus mendorong peningkatan kebaikan sosial guna mewujudkan masyarakat khairul ummah (umat terbaik). Konsep ini dijalankan dengan mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran secara bijak, tanpa kekerasan, serta tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada Sabtu, 2 Mei 2026, di kediamannya di Kecamatan Panakkukang, Habib Muhsin memaparkan sejumlah poin penting hasil pertemuannya dengan Habib Rizieq. Di hadapan para aktivis Islam Sulawesi Selatan, ia menekankan pentingnya segera membentuk kepengurusan baru Front Persaudaraan Islam di wilayah tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei dan pengamatan, terjadi degradasi gerakan amar ma’ruf nahi munkar di kawasan Indonesia Timur.
Menurut Juru Bicara Silaturahmi Persaudaraan Islam, Armand Rachman, fenomena ini terlihat dari maraknya konten di media sosial yang dinilai mendorong penyebaran minuman keras, maksiat, dan narkoba yang menyasar umat Islam tanpa pandang bulu.
Kondisi tersebut dianggap sebagai peringatan serius, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW: “Umat Islam bagaikan buih di lautan” (HR. Abu Dawud No. 4297). Umat juga disebut tengah menghadapi penyakit al-wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.
Selain itu, disepakati pula pentingnya mengaktifkan kembali majelis-majelis secara terbuka dan efektif sebagai sarana pembinaan umat, sekaligus menjadi pedoman dalam memperbaiki diri secara berkelanjutan.
“Pertemuan silaturahmi ini berlangsung dengan penuh antusias dan semangat ukhuwah, serta diikuti oleh para aktivis Persaudaraan Islam dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan,” pungkas Arman. (Man)












