AJD Ingatkan Dampak Konflik Global, Pemerintah Diminta Perkuat Kemandirian Pangan dan Energi

0
69
- Advertisement -

PINISI.co.id- Mencermati situasi konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, dampaknya diperkirakan akan meluas secara global. Indonesia dinilai tidak akan sepenuhnya terhindar dari pengaruh perang tersebut, baik dalam aspek politik maupun ekonomi, terutama pada sektor energi.

Karena itu, Presiden diharapkan segera mengambil kebijakan strategis yang berfokus pada penguatan kemandirian pangan, papan, dan yang paling penting adalah kemandirian energi nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., kepada media di Jakarta usai menghadiri acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di kediaman Menteri Pertanian RI, Sabtu (7/3/2026).

Mantan Ketua PBNU itu menilai Indonesia perlu segera mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya dalam bidang pangan dan energi. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara mandiri karena didukung oleh sumber daya alam yang melimpah.

“Indonesia sudah harus mempersiapkan swasembada pangan. Artinya, pemerintah tidak boleh bergantung pada pihak luar untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, terutama makanan dan minuman,” tegas tokoh yang akrab disapa AJD.

Selain pangan, sektor energi juga perlu mendapat perhatian serius. Ia menilai Indonesia sudah saatnya mulai mengurangi ketergantungan pada energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM) dan batu bara.

“Yang kedua, yang tak kalah penting adalah swasembada energi. Sudah saatnya Indonesia secara bertahap meninggalkan penggunaan energi fosil, baik BBM maupun batu bara,” ujar Wakil Ketua Umum KKSS ini.

AJD menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Sumber energi seperti tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin dinilai sangat melimpah serta lebih ramah lingkungan.

“Pemerintah perlu fokus mengembangkan pembangkit listrik tenaga air, tenaga surya, dan tenaga angin. Pengetahuan dan teknologi untuk mengembangkan ketiga sumber energi ini sebenarnya sudah dikuasai oleh bangsa Indonesia,” jelasnya.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, jika swasembada pangan dan energi benar-benar diwujudkan dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia, maka situasi global yang tidak menentu tidak akan terlalu berdampak serius bagi Indonesia.

“Jika langkah ini dilakukan, maka apa pun yang terjadi di dunia luar, Indonesia tetap dapat bertahan dan berkembang dengan kekuatan sumber daya alam serta sumber daya manusia yang kita miliki,” pungkasnya. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here