PINISI.co.id- Rencana pembangunan kawasan heritage untuk mengenang sosok ulama besar Syekh Yusuf Al-Makassari di Afrika Selatan mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara rombongan Badan Pengurus Nasional Ikatan Kerukunan Keluarga Gowa (BPN IKKG) dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Cape Town, Afrika Selatan, Ahad (5/4) pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan IKKG yang mengenakan busana adat Makassar itu, dipimpin ketuanya Awaluddin Tjalla, menanyakan perkembangan rencana pembangunan heritage yang akan menjadi simbol sejarah dan spiritualitas Syekh Yusuf di tanah pengasingannya. Pihak Konsulat Jenderal RI menyampaikan bahwa proyek tersebut saat ini masih dalam tahap penyiapan.

Disebutkan bahwa Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, telah memberikan persetujuan terhadap rencana pembangunan tersebut. Bahkan, proses pengajuan pendanaan telah dilakukan ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk mendukung realisasi proyek heritage tersebut.
“Kami berharap tidak ada kendala teknis dalam proses pembangunan ini, sehingga ke depan kawasan heritage Syekh Yusuf dapat dimanfaatkan, khususnya dalam perayaan tahunan Keramat Syekh Yusuf Al-Makassari,” ungkap Tjalla yang juga guru besar di UIN Jakarta.
Selain pertemuan resmi, rombongan BPN IKKG juga menghadiri 400 tahun Festifal Keramat 400 Tahun Sjech Jusuf, serta undangan makan malam yang diselenggarakan oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town, Tudiono, di kediamannya di Bishopcourt. Acara tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri oleh jajaran staf konsuler serta perwakilan komunitas Muslim setempat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Muslim Judicial Council, yakni Sjech Sahid, yang menunjukkan dukungan komunitas Muslim lokal terhadap rencana pembangunan heritage tersebut.
Dalam kesempatan itu Tjalla menambahkan, pembangunan kawasan heritage Syekh Yusuf Al-Makassari diharapkan menjadi simbol penting atas peran beliau sebagai penyebar Islam di Afrika Selatan. Selain itu, keberadaan situs ini juga akan menjadi penanda kuat hubungan historis antara Indonesia dan Afrika Selatan yang telah terjalin sejak berabad-abad lalu.
Lebih jauh, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan keramat Syekh Yusuf, melalui peningkatan kunjungan wisata religi dan aktivitas sosial budaya.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat Indonesia dan khususnya warga KKSS, pembangunan heritage ini diharapkan dapat segera terealisasi dan menjadi pusat peringatan serta refleksi sejarah dalam perayaan Keramat Syekh Yusuf Al-Makassari di masa mendatang. (Lif)












