Perempuan Takalar Bertutur tentang Inspirasi RA Kartini dalam Webinar Nasional KKTP

0
56
- Advertisement -

PINISI.co.id- Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku menggelar Webinar Nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026 dengan tema “RA Kartini Inspirasi Perempuan Takalar dalam Melintas Zaman di Berbagai Bidang Pengabdian”. Kegiatan yang berlangsung pada 3 Mei 2026 itu menjadi momentum bersejarah bagi warga diaspora Takalar, khususnya Badan Pengurus Nasional (BPN) KKTP, karena berhasil menghadirkan perempuan-perempuan asal Takalar yang telah meraih gelar profesor dan doktor dari berbagai disiplin ilmu, baik dari dalam maupun luar negeri.

Webinar nasional tersebut dipandu oleh psikolog asal Takalar, Elty Sukesih, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang akrab disapa Bonda Lebang. Dalam pengantarnya, ia menuturkan kegigihan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kemajuan kaum perempuan melalui pemikiran-pemikiran yang lahir dari balik masa pingitan, hingga melahirkan karya monumental Habis Gelap Terbitlah Terang.

Ketua Harian Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. M. Syakir, yang mewakili Ketua Umum KKSS dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjuangan RA Kartini kini telah membuahkan hasil besar. Menurutnya, perempuan Indonesia tidak lagi sekadar berbicara tentang emansipasi, tetapi telah membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin di berbagai bidang, mulai dari presiden, menteri, gubernur, kepala daerah, hingga direktur perusahaan dan BUMN. Ia menegaskan bahwa perempuan juga tetap mampu menjalankan peran sebagai istri dan ibu di tengah kiprahnya di ruang publik.

Ketua Umum BPN KKTP, H. Hasanuddin Tisi Dg Lewa, turut memberikan sambutan sekaligus membuka webinar secara resmi. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak lagi relevan membedakan peran perempuan dan laki-laki dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana semua pihak dapat berkontribusi sesuai bidang keahlian masing-masing.

Webinar yang diikuti warga diaspora Takalar, pengurus KKSS, IWSS, Pilar KKSS, serta masyarakat Takalar dari dalam dan luar negeri itu menghadirkan sejumlah narasumber perempuan inspiratif asal Takalar. Mereka adalah Prof. Dr. Hj. Siti Haerani, SE., M.Si., Guru Besar bidang SDM Fakultas Ekonomi Unhas asal Galesong Selatan; Prof. Dr. Kembong Daeng, M.Hum., Guru Besar Bahasa Daerah Fakultas Bahasa dan Sastra UNM sekaligus pendiri Yayasan Literasi Panyaleori asal Bontolebang; serta Prof. Dr. Ir. ST. Sabahannur Murtala, MP., Guru Besar Teknologi Hasil Perkebunan UMI asal Salaka Takalar yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terkait inovasi tepung ubi jalar ungu.

Ketiga narasumber menguraikan bagaimana inspirasi RA Kartini menjadi energi dalam perjalanan hidup mereka sebagai akademisi, istri, ibu, sekaligus nenek. Mereka menekankan pentingnya pendidikan, ketekunan, dan keberanian perempuan untuk terus berkarya di berbagai bidang.

Sesi tanggapan menghadirkan sejumlah tokoh perempuan Takalar lainnya, di antaranya Dr. Hj. Patmawati Dg Tonri, S.Kep., M.Kep., pendiri Yayasan Perguruan Tanawali atau STIKES Tanawali; Dr. Ihyani Malik, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor II Unismuh; Dr. drh. Tri Isyani Tunggadewi, M.Si., dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University dan Ketua Himpunan Istri Dokter Hewan Indonesia; serta Irnawati Bahtiar, S.Kom., M.I.Kom., PhD(c), akademisi muda UIN Makassar yang sedang menempuh studi doktoral di Queen’s University Belfast, Inggris.

Dalam forum tersebut, para narasumber dan penanggap menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Takalar melalui penyediaan beasiswa berkelanjutan, penguatan UMKM, pengembangan produk olahan jagung pulut sebagai komoditas unggulan, serta pelestarian bahasa dan budaya Makassar agar generasi muda tidak kehilangan identitas budaya.

Mereka juga mengusulkan pentingnya penyediaan Women Center sebagai ruang pengembangan keterampilan dan pemberdayaan perempuan. Diskusi semakin menarik ketika peserta membahas istilah lokal pampidokang yang kerap disematkan kepada laki-laki yang membantu pekerjaan rumah tangga. Dr. Ihyani Malik menilai istilah tersebut seharusnya dimaknai secara positif sebagai bentuk kerja sama dalam membangun keluarga harmonis, di mana tugas domestik bukan hanya tanggung jawab perempuan, melainkan tanggung jawab bersama antara suami dan istri.

Di akhir kegiatan, Drs. A. Muktadir Dg Rurung, MM menyampaikan bahwa webinar kali ini menjadi webinar terlama yang pernah digelar BPN KKTP, berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.30 WIB atau sekitar lima jam. Meski demikian, para peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Ia berharap berbagai gagasan dan masukan yang muncul dalam webinar tersebut dapat menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kabupaten Takalar dalam meningkatkan pembangunan sumber daya manusia dan pemberdayaan perempuan.

Dalam waktu dekat, BPN KKTP juga akan kembali menggelar Webinar Nasional bertema “Qurban antara Ketaatan Tauhid dan Sosial” pada 23 Mei 2026 bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Takalar dan Kantor Kementerian Agama Takalar. Webinar itu akan dilaksanakan secara hybrid dan melibatkan imam desa, KUA se-Kabupaten Takalar, serta warga diaspora KKSS dan KKTP di seluruh Indonesia. (Mtm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here