PINISI.co.id– Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golongan Karya Sulawesi Selatan, dukungan terhadap figur Ilham Arief Sirajuddin (IAS) terus menguat. Sejumlah tokoh menilai mantan Wali Kota Makassar itu sebagai sosok paling tepat untuk memimpin dan membangkitkan kembali kejayaan Golkar di Sulsel.
Salah satu dukungan datang dari Armand Rachman, mantan Ketua BPM Fakultas Pertanian UMI 1995 dan eks juru bicara FPI Sulsel. Ia menegaskan bahwa IAS merupakan solusi terbaik bagi Partai Golkar di Sulawesi Selatan saat ini.
“Solusi terbaik bagi Partai Golkar Sulsel dan kebangkitan partai adalah Ilham Arief Sirajuddin,” tegas Armand dalam keterangannya.
Menurutnya, salah satu indikator kebangkitan Golkar dapat dilihat dari sosok IAS yang dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Gaya kepemimpinannya yang merakyat, serta kebiasaannya aktif bersilaturahmi dengan berbagai kalangan, menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi.
Armand juga menyoroti rekam jejak politik IAS yang dinilai solid dan teruji. Dalam kontestasi politik di Makassar, IAS berhasil mencatatkan kemenangan penting saat terpilih sebagai Wali Kota Makassar periode 2004–2009. Kala itu, ia bersama pasangannya mampu mengalahkan kandidat kuat dalam dinamika politik yang berlangsung ketat dan dramatis melalui mekanisme pemilihan di DPRD.
Keberhasilan tersebut berlanjut pada periode kedua (2009–2014), saat IAS kembali memenangkan pemilihan kepala daerah secara langsung. Dalam kontestasi yang diikuti tujuh pasangan calon, IAS mencatat kemenangan telak dengan perolehan suara sekitar 68 persen—angka yang melampaui berbagai prediksi lembaga survei saat itu.
“Ini menunjukkan bahwa IAS memiliki kekuatan elektoral yang nyata. Kemenangan tersebut adalah cerminan dukungan masyarakat Makassar,” ujar Armand, yang juga dikenal sebagai mantan Sekretaris Umum KNPI Kota Makassar dan pendiri Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB).
Dengan rekam jejak tersebut, Armand menilai kehadiran IAS sebagai pemimpin Golkar Sulsel akan menjadi energi baru dalam mengonsolidasikan partai serta mengembalikan kepercayaan publik.
Musda XI Golkar Sulsel sendiri diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah dan masa depan partai di tingkat regional, termasuk dalam menghadapi agenda politik ke depan. (Man)













