JIKA ADA TAMU KE RUMAH, PERTANDA ALLAAH AKAN MENJAUHKAN MUSIBAH DAN MENOLAK BALA

0
106
- Advertisement -

Kolom Abdul Hamid Husain 

Menerima kedatangan tamu di rumah dengan ikhlas karena Allaah adalah ibadah dan amal saleh yang keistimewaan pahalanya berbeda dengan pahala ibadah lainnya. Salah satu keutamaannya adalah dijauhkan dari musibah serta dihindarkan dari berbagai potensi bencana yang dapat menimpa rumah tersebut.

Isteri yang tidak suka kedatangan tamu akan hidup susah dan sulit memperoleh ketenangan. Sebab, malaikat yang membawa doa dan keberkahan pun menjauh.

Karena itu, berupayalah membina silaturrahim dengan cara open house, yaitu selalu membuka pintu rumah untuk menerima tamu.

Rasuulullaah SAW sangat murka kepada ibu rumah tangga yang mengeluh ketika kedatangan tamu hanya karena merasa repot dan terganggu. Sikap seperti ini juga menjadi pertanda kurangnya iman dan takwa.

Kisah Nyata
Seorang isteri menemui Rasuulullaah SAW untuk mengeluhkan suaminya yang sering mengajak tamu ke rumah. Semakin banyak tamu yang datang, semakin banyak pula pekerjaan yang harus ia lakukan, seperti menyiapkan makanan dan minuman sehingga ia merasa sangat lelah.

Namun, perempuan yang mengeluh itu keluar dari hadapan Rasuulullaah SAW tanpa memperoleh jawaban apa pun.
Beberapa waktu kemudian, Rasuulullaah SAW mengunjungi rumah pasangan suami isteri tersebut.

Berbeda dengan tamu lainnya, ketika yang datang adalah Rasuulullaah SAW, sang suami dan terutama isterinya merasa sangat bahagia karena berharap memperoleh keberkahan dengan menjamu kekasih Allaah.

Setelah selesai bertamu, Rasuulullaah SAW hendak pulang dan bersabda:
قال للزوج عندما أخرج من بيتك دع زوجتك تنظر إلى الباب الذي أخرج منه

Rasuulullaah berkata kepada sang suami:
“Saat saya keluar nanti dari rumahmu, panggil isterimu dan minta dia melihat ke arah pintu tempat saya keluar.”

Sesuai petunjuk Rasuulullaah SAW, sang isteri pun memperhatikan pintu ketika beliau keluar. Betapa terkejutnya ia ketika melihat banyak binatang menjijikkan, seperti kalajengking, ulat, dan berbagai binatang lainnya ikut keluar dari rumahnya.
Menjamu tamu dengan ramah serta menghidangkan makanan dan minuman akan mendatangkan keberkahan yang melimpah bagi tuan rumah. Salah satunya adalah menjadi sebab tertolaknya bala dan dijauhkan dari berbagai musibah.

Rasuulullaah SAW bersabda ketika para sahabat bertanya tentang keberkahan menerima tamu:
قال: الضيف ينزل برزقه، ويرتحل بذنوب أهل البيت

“Tamu datang membawa rezekinya dan pulang dengan membawa dosa-dosa penghuni rumah.”

Rasuulullaah SAW bersabda bahwa malaikat menjauh dari rumah yang tidak menerima tamu:
قال صلى الله عليه وسلم: كل بيت لا يدخل فيه الضيف لا تدخله الملائكة

“Setiap rumah yang tidak dimasuki tamu, maka Malaikat Rahmat tidak akan masuk ke rumah itu.”

Biasakanlah open house, membuka pintu rumah untuk menerima tamu dan jangan pernah merasa terbebani. Menerima tamu adalah ibadah yang mendatangkan ampunan, keberkahan yang melimpah, menjadi sebab tertolaknya bala, serta dijauhkan dari berbagai musibah.
Inilah teks sumber hadits True Story dalam bahasa Arab:
ذهبت امرأة تشتكي عند رسول الله صلى الله عليه وسلم من زوجها، كان زوجها يدعو الناس في بيتها ويكرمهم وكثرة الضيوف سبَّب لها المشقة والتعب. فخرجت من عند رسول الله ولم تجد الجواب منه، وبعد فترة ذهب رسول الله إلى زوجها وقال له، إني ضيف في بيتك اليوم، سعِدَ الزوج بالخبر وذهب إلى زوجته وأخبرها أن ضيفاً عندنا اليوم، وهو رسول الله. سعدت الزوجة بالخبر وطبخت كل ما لذ وطاب، وهي راضية ومن طيب خاطرها. وعندما ذهب رسول الله إليهم ونال كرمهم وطيبتهم ورضى الزوجة قال للزوج: عندما أخرج من بيتك دع زوجتك تنظر إلى الباب الذي أخرج منه.. فنظرت الزوجة إلى رسول الله وهو يخرج من بيتها والدواب والعقارب وكل ضرر يخرج وراء رسول الله، فصعقت الزوجة من شدة الموقف وتعجبت مما رأت، فقال لها رسول الله هكذا دائماً عندما يخرج الضيوف من بيتكِ يخرج كل البلاء والضرر والدواب من منزلكِ.. البيت الذي يكثر فيه الضيوف، بيت يحبه الله، ما أجمل البيت المفتوح للصغير والكبير، بيت تتنزل فيه رحمات وبركات السماء.

Ada seorang suami yang senang apabila rumahnya sering didatangi tamu. Namun, isterinya menunjukkan sikap sebaliknya.
Karena seringnya tamu datang, sang isteri merasa kelelahan menyiapkan segala keperluan mereka.

Sang isteri kemudian menemui Rasuulullaah SAW untuk mengeluhkan sikap suaminya yang gemar menerima tamu. Mendengar hal itu, Rasuulullaah SAW bersabda:
“Katakan kepada suamimu, hari ini Rasuulullaah dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumahmu.”
Kemudian Rasuulullaah SAW berpesan kepada sang suami:

“Katakan kepada isterimu agar ia memperhatikan tamu-tamunya ketika mereka keluar dari rumah kalian.”
Sang isteri pun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Rasuulullaah SAW.

Ketika para tamu datang, ia melihat mereka seakan-akan membawa banyak daging dan buah-buahan. Ketika mereka pulang, tampak dalam penglihatannya mereka membawa keluar ular, kalajengking, dan berbagai penyebab bencana dari rumahnya.

Rasuulullaah SAW bersabda:
“Kedatangan tamu ke rumah mendatangkan karunia dan berbagai kebaikan, sedangkan ketika mereka pulang, mereka membawa keluar berbagai penyebab bencana.”
(Hadits Sahih)

Menyaksikan hal itu, sang isteri pun berubah total menjadi orang yang senang menerima tamu. Sejak saat itu, pintu rumahnya selalu terbuka lebar dan ia gemar menjamu tamu.

Salah seorang cucu Rasuulullaah SAW yang bernama Ja’far Ash-Shaadiq menuturkan: “Siapa yang mengunjungi sahabatnya dengan ikhlas karena Allaah, maka Allaah mengutus 70.000 malaikat untuk menyertainya. Para malaikat itu berkata, ‘Surga untukmu.’”

Rasuulullaah SAW bersabda:
قال: الضيف ينزل برزقه، ويرتحل بذنوب أهل البيت
Arti:
“Tamu menyebabkan turunnya rezeki bagi pemilik rumah dan menghapus dosa-dosa penghuni rumah.”

Muliakanlah tamu.
Rasuulullaah SAW bersabda:
عن ابى هريرة رضى الله عنه عن النبى صلى الله عليه وسلم: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. متفق عليه

“Siapa yang beriman kepada Allaah SWT dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allaah dan Hari Akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim. Dan siapa yang beriman kepada Allaah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (Hadits Sahih Muttafaq ‘Alaih, Al-Bukhari 10/373, 442 dan Muslim No. 47)

Mari kita berdoa dengan doa yang diajarkan oleh Rasuulullaah SAW:
اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك
(Allaahumma a’innaa ‘alaa dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibaadatika).
“Yaa Allaah Tuhanku, bimbinglah kami agar senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.”

Penulis Alumnus Ummul Qura University, Makkah King Abdulaziz University, Jeddah
PMD Gontor, Ponorogo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here