Aklamasi, Andi Nurhiyari Kembali Pimpin IWSS untuk Periode Kedua

0
71
- Advertisement -

PINISI.co.id- Andi Nurhiyari kembali dipercaya memimpin Pimpinan Pusat Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PP IWSS) untuk periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) IWSS ke-9 yang berlangsung di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (6/11/2026) malam.

Sebanyak 35 Pimpinan Wilayah dan 200 Pimpinan Cabang IWSS dari seluruh Indonesia termasuk Malaysia dan California mendapuk Andi Nurhiyari untuk menakhodai kaum perempuan Sulawesi Selatan di rantau.

Hal itu disahkan oleh pimpinan sidang Pleno II Munas IWSS ke-9 yang mengetuk palu sebagai tanda sahnya penetapan Andi Nurhiyari sebagai ketua untuk periode kedua. Keputusan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepercayaan dan dukungan peserta Munas terhadap kepemimpinannya dalam melanjutkan perjalanan organisasi lima tahun ke depan.

Dengan terpilihnya kembali secara aklamasi, Andi Nurhiyari diberi mandat untuk menyusun struktur kepengurusan PP IWSS. Kepengurusan baru diharapkan dapat melanjutkan program yang telah berjalan sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran perempuan Sulawesi Selatan di berbagai bidang.

Terpilihnya kembali Andi Nurhiyari juga menandai kesinambungan kepemimpinan IWSS dalam memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan persaudaraan perempuan Sulawesi Selatan di berbagai daerah dan mancanegara, serta meningkatkan kontribusi sosial, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan.

Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaiman mengucapkan selamat dan mengundang bersilaturahmi para peserta Munas IWSS di kediamannya di kawasan Kalibata, Jakarta, Sabtu (7/11) pagi ini. Dalam pesannya Andi Amran mendorong agar perempuan Sulawesi Selatan menjaga marwah dan nilai-nilai luhur Bugis Makassar.

Selama kepemimpinannya dalam periode pertama, Andi Nurhiyari terus mengembangkan jejaring organisasi hingga ke berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri. Salah satu upaya tersebut terlihat dari penguatan kepengurusan wilayah, termasuk pembentukan dan pengembangan jaringan organisasi di luar negeri seperti Malaysia.

Dalam berbagai kesempatan, Andi Nurhiyari menekankan bahwa IWSS bukan sekadar wadah silaturahmi perempuan Sulawesi Selatan di perantauan. Lebih dari itu, organisasi ini harus menjadi ruang pemberdayaan, pengembangan kapasitas, pelestarian budaya, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional Sulawesi Selatan, sebagai landasan kehormatan dan jati diri, sekaligus membangun solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Momentum terpilihnya kembali Andi Nurhiyari berlangsung dalam rangkaian Munas IWSS ke-9 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-49 IWSS. Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum evaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah dan agenda perjuangan IWSS untuk lima tahun mendatang.

Peserta Munas berharap kepada Andi Nurhiyari untuk membawa IWSS semakin solid, mandiri, dan berdaya. Tantangan lima tahun ke depan adalah menjadikan organisasi ini bukan hanya besar dalam jaringan, tetapi juga kuat dalam program dan nyata dalam pengabdian. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here