Dari Sultan Hasanuddin hingga Politik Global, Pemuda Hidayatullah Sulsel dan GMH Sulsel Gelar POV

0
67
- Advertisement -

PINISI.co.id – Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan bersama Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) Sulsel menggelar forum POV (Perspektif Objektif dan Valid) dengan tema “Makassar dalam Pusaran Dunia: Dari Jejak Perjuangan Sultan Hasanuddin hingga Dinamika Politik Global Hari Ini”, Kamis (24/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung di Aula STAI Al Bayan Makassar tersebut menghadirkan Babe Dzikrullah sebagai narasumber.

Forum ini menjadi ruang diskusi bagi pemuda dan mahasiswa untuk melihat kembali perjalanan sejarah Makassar, perjuangan para tokohnya, sekaligus menghubungkannya dengan dinamika dunia dan tantangan generasi muda hari ini.

Dalam sesi diskusi, Dzikrullah menekankan bahwa memahami sejarah perjuangan tidak cukup hanya dengan mengenang tokoh dan peristiwa masa lalu. Menurutnya, generasi muda juga perlu memahami nilai dan orientasi yang melandasi sebuah perjuangan.

Ia kemudian mengaitkan hal tersebut dengan karakter peradaban Islam.

“Perbedaan peradaban Islam dengan peradaban yang lain adalah kalau peradaban Islam yang diperjuangkan itu bagaimana menegakkan kalimat tauhid, La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Kita jadi pengusaha untuk menegakkan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah, kita jadi pejabat untuk menegakkan La ilaha illallah Muhammad Rasulullah,” ujar Dzikrullah.

Menurut dia, nilai tersebut juga perlu menjadi landasan gerakan generasi muda, termasuk Pemuda Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah.

“Oleh karena itu, Pemuda Hidayatullah dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah dalam gerakannya bagaimana memperjuangkan dan menegakkan kalimat La ilaha illallah Muhammad Rasulullah,” lanjutnya.

Pembahasan kemudian bergerak pada persoalan kebangsaan dan persatuan, yang juga menjadi bagian penting dari tema “Makassar dalam Pusaran Dunia”.

Dzikrullah menyinggung bahwa perubahan politik di berbagai belahan dunia dapat melahirkan perpecahan ketika identitas dan perbedaan tidak dikelola dengan baik.

Ia membandingkannya dengan Indonesia yang dihuni oleh beragam suku dan kelompok masyarakat.

“Beberapa negara di belahan dunia ini terbentuk dari hasil pecahan suatu negara, disebabkan salah satunya perbedaan suku. Beda halnya dengan Indonesia. Indonesia terbentuk dari gabungan berbagai suku yang diinisiasi oleh umat Islam,” katanya.

Karena itu, ia menilai umat Islam memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan bangsa.

“Maka dari itu kita sebagai umat Islam memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini,” ujar Dzikrullah.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia menghubungkan jejak perjuangan masa lalu dengan tantangan kebangsaan dan dinamika global hari ini.

Ketua PW Pemuda Hidayatullah Sulsel, Rachmat Ghafur Hamran, mengatakan kegiatan POV berjalan sesuai dengan tujuan awal, yakni menghadirkan ruang diskusi yang memperluas wawasan pemuda dan mahasiswa.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta selama sesi diskusi berlangsung.

“Alhamdulillah kegiatan POV, Perspektif Objektif dan Valid, berjalan dengan lancar sebagaimana tujuan kegiatan ini. Saya sangat bersyukur teman-teman yang hadir sangat antusias dalam bertanya kepada narasumber,” kata Rachmat.

Menurutnya, forum POV diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi menjadi ruang diskusi berkelanjutan dengan tema-tema yang relevan bagi generasi muda.

“Kami berharap semoga di kegiatan POV ke depan akan lebih banyak lagi pemuda dan mahasiswa untuk membahas materi yang tidak kalah menarik lagi,” tambahnya.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Pemuda Hidayatullah Sulawesi Selatan dan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah Sulawesi Selatan.

Turut hadir Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ustadz Muhammad Saleh Usman, jajaran Pemuda Hidayatullah Sulsel, pengurus GMH Sulsel, para senior, serta mahasiswa dan pemuda.

Melalui tema “Makassar dalam Pusaran Dunia”, penyelenggara ingin mengajak generasi muda tidak hanya mengenal sejarah perjuangan Sultan Hasanuddin sebagai bagian dari masa lalu, tetapi juga menjadikannya pintu masuk untuk memahami persoalan kedaulatan, persatuan, peradaban, dan perubahan dunia hari ini.

Forum POV diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus memperluas perspektif, memahami sejarah, serta membaca perkembangan global secara lebih kritis dan bertanggung jawab. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here