Faisal Ibrahim Surur dan The Speed of Truts

0
142
- Advertisement -

Faisal Ibrahim Surur dan The Speed of Truts

Kolom Bachtiar Adnan Kusuma
Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi NJDP Perpustakaan Nasional

Apa yang menarik dari Refleksi Haji 2026 dan Menyambut Haji 2027 yang digelar PT. Saudi Patria Wisata, pada Sabtu 13 Juni 2026 di SwissBell Losari, Makassar 2026? Bagi penulis yang diundang oleh Tokoh Pengusaha Nasional yang juga Ketua Umum Aliansi Silaturahmi Penyelenggara Haji dan Umrah Azhari Indonesia(ASPHURI) Haji Faisal Ibrahim Surur,Lc.M.Si., momentun ini sangat istimewa. Selain berisi acara silaturahmi jaringan perwakilan dan agen Patria di seluruh Indonesia, juga ajang evaluasi pelaksanaan Haji 2026 dan persiapan memasuki musim haji 2027.

Penulis memilih diksi yang tepat dengan istilah Faisal Ibrahim Surur, Kick Off Haji 2027, dan penulis mengutip buku The Speed of Truts karya Stephen M.R., salah seorang pakar kepercayaan, kepemimpinan, etika dan kinerja dari Amerika Serikat. Menariknya lagi karena selain keluarga besar Patria Wisata yaang hadir di forum evaluasi dan motivator tunggal Faisal Ibrahim Surur, hadir pula Guru Besar UIN Alauddin Prof.Dr. H.Andi Marjuni, M.Pd., Prof.Dr. H. Firdaus Muhammad, M.Ag., Dr. H.Ashar Tamanggong,M.A., Dr.H. Dimas Mariyono, M.Ag. dan tokoh-tokoh lainnya.

Faisal Ibrahim Surur mengutip pernyataan seperti yang tertulis di backdroup digital di samping kiri panggung utama acara bertuliskan”Sekali berhaji Bernilai”. Ia berkali-kali menyampaikan kalimat penegasan kalau mengelola jasa bisnis Haji dibutuhkan kepercayaan dan satunya diksi dan aksi dalam perbuatan. Bagi Faisal Ibrahim Surur, mengelola bisnis haji yang dibutuhkan adalah kepercayaan dari umat.

Benarlah kata Stephen M.R. Covey kalau kepercayaan adalah salah satu bentuk motivasi dan inspirasi yang luar biasa. Nyaris sebagian besar orang memikirkan kepercayaan dalam kerangka karakter—sebagai orang yang baik atau memiliki etika atau integritas. Karakter sangatlah mendasar dan penting. Namun kata Stephen karakter saja tidak cukup. Tapi dibutuhkan dua hal yaitu, karakter dan kompetensi. Karakter meliputi integritas, niat dan keinginan seseorang dengan orang lain. Dan, kompetensi meliputi kemampuan, keterampilan, karya dan rekam jejak seseorang.

Apa yang telah disampaikan Faisal Irbahim Surur di depan audance sangatlah inspiratif. Pernyataan-pernyataannya sederhana, tapi menggugah. Ia selalu menyelipkan kalimat-kalimat penegasan kalau mengelola bisnis haji selain dibutuhkan truts juga perencanaan dan kedisipinan yang tinggi. Dalam istilah Covey, menanam kepercayaan seperti melakukan deposito uang di bank. Hasil dari deposto uang di bank, berikutnya perlahan-lahan menipis akibat kepercayaan tidak dijaga dengan baik. Demikianlah kepercayaan, semakin tidak dijaga dengan baik, semakin mengalami penurunan yang dratis.

Kuncinya, hemat penulis, apa yang disampiakan Haji Faisal Ibrahim Surur, sesungguhnya secara tekstual maupun kontekstual, menegaskan kalau mengelola usaha haji haruslah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Menjaga kepercayaan jamaah menjadi kata kunci kesuksesan.

Dua jam menyaksikan motivasi Faisal Ibraim Surur, penulis kembali menegaskan bahwa The Speed of Truts yang ditulis pendiri dan CEO CoveyLink Wordwide setebal 417 halaman diterbitkan Dunamis Publishing, pada akhirnya menarik pelatuk kesimpulan tentang Faisal Ibrahim Surur yang mengutamakan empat inti kredibilitas.

Pertama, integritas. Inti pertama apa yang dikemukakan Faisal Ibrahim Surur berurusan dengan integirtas. Integritas berkait tentang kepercayaan. Bagi Faisal, integritas diartikan sama dengan kejujuran, meskipun integritas mencakup kejujuran, tapi pada dasarnya ia lebih dari itu. Integritas adalah keutuhan yaitu satunya kata dan perbuatan. Karenanya, pola dan gaya manajemen kepemimpinan Faisal hemat penulis sebangun dan konruen dari dalam keluar. Ia mendorong staf dan bawahannya bertindak dengan nilai dan keyakinan agar tidak melakukan pelanggaran, karena pelanggaraan terkait kepercayaan yang sumbernya dari pelanggaran terhadap integritas.

Kedua, niat. Niat berhubungan dengan motif kita, agenda kita dan perilaku kita. Kepercayaan tumbuh ketika motif bersih dan jujur serta saling memberi masukan dan kritikan atau kita peduli bukan hanya pada diri sendiri tapi kepada orang-orang yang berinteraksi dengan kita.

Ketiga, kemampuan. Kemampuan adalah segala kemampuan yang kita miliki memberi inspirasi keyakinan, bakat, sikap, keterampilan, pengetahuan dan gaya kita. Ia adalah alat yang kita gunakan untuk menghasilkan karya nyata.

Keempat, hasil. Karya nyata berhubungan erat dengan hasil dan inilah menjadi rekam jejak, prestasi dan hasil karya yang telah diberikan. Ketika pekerjaan yang diberikan tidak dapat dikerjakan dengan baik, otomatis menurunkan kredibilitas kita.

Dari keempat peta jalan yang penulis petik dari ceramah inspiratif Haji Faisal Ibrahim Surur, menunjukkan kalau beliau ini, telah menjaga, merawat dan mengerjakan apa yang telah diperjuangkan untuk kemaslahatan umat.

Benarlah kata Prof.Dr.H. Andi Marjuni, kalau Patria Wisata konsisten dan komitmen dengan regulasi perhajian baik yang ada di Arab Saudi maupun regulasi di Indonesia, sehingga perencanaan dan pelaksanaannya sesuai skedul dengan mengutamakan melayani dengan hati. “ Tidak heran jika jamaah Haji Patria aman dan nyaman di setiap proses” kata Prof. Andi Marjuni.

Sementara H. Haeri Hafied dan Nasrullah, cabang dan agen Patria Wisata dari Malino dan Samarinda, mengakui kalau kepemimpinan Haji Faisal selalu mengutamakan kepentingan karyawan, agent dan perwakilan. Misalnya saja, kalau ada keuntungan yang diperoleh dari usahanya, maka ia selalu mengajak karyawan, agen dan perwakilan berkeliling Eropa, Asean dan Timur Tengah.

Pada akhirnya, pemimpin yang hebat mungkin dalam budaya manapun dalam pengertian pemimpin hebat harus memiliki kredibilitas. Yaitu sesuatu yang seseorang tanamkan melalui perilaku, kata dan rekam jejak. Dan rupanya inilah yang terpotret dalam diri Haji Faisal Ibrahim Surur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here