Front Persaudaraan Islam Sulsel Gelar Taklim Pekanan Berlangsung Khidmat

0
41
- Advertisement -

PINISI.co.id — Front Persaudaraan Islam (FPI) Sulawesi Selatan kembali mengadakan taklim pekanan pada pekan pertama Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat pada Sabtu, 9 Mei 2026, di Makassar.

Dalam kegiatan itu, Habib Salim tampil menyampaikan tausiah tentang keteguhan iman para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mempertahankan akidah Islam, meskipun mendapat bujukan harta, kekuasaan, hingga ancaman dari para penguasa.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah tentang sahabat Rasulullah ﷺ, Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi, yang ditawan oleh Raja Romawi (Kaisar Heraklius) saat ekspedisi militer. Sang raja disebut menawarkan separuh kerajaan Romawi serta harta berlimpah apabila Abdullah bersedia meninggalkan Islam.

Namun, Abdullah bin Hudzafah dengan tegas menolak tawaran tersebut. Ia berkata:

“Demi Allah, seandainya engkau memberikan seluruh kerajaanmu dan kerajaan Arab kepadaku, aku tidak akan meninggalkan agama Muhammad walau hanya sekejap mata.”

Dalam kisah itu juga diceritakan bahwa Abdullah mendapat berbagai siksaan, termasuk ancaman dilemparkan ke dalam bejana berisi minyak mendidih. Akan tetapi, keteguhan imannya membuat dirinya tetap teguh mempertahankan keyakinan. Pada akhirnya, Raja Romawi dikisahkan kagum atas keteguhan tersebut dan membebaskannya.

Majelis taklim pekanan tersebut dilaksanakan di salah satu teras Warkop Mitra Properti, Jalan Sungai Limboto, Makassar. Kegiatan itu kembali diaktifkan oleh para sesepuh dan eks pimpinan FPI Sulsel atas inisiasi Habib Muhsin Al Habsyie, setelah pertemuannya dengan Imam Besar Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta.

Pertemuan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali marwah Front Persaudaraan Islam di Sulawesi Selatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghidupkan kembali majelis taklim sebagai wadah penguatan dakwah, pengisian ilmu agama, serta ajang silaturahmi bagi pengurus lama maupun pengurus baru.

Setelah tausiah Habib Salim, acara dilanjutkan dengan silaturahmi dan dialog internal membahas berbagai persoalan keumatan, di antaranya persoalan moral sosial, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan berbagai persoalan masyarakat lainnya yang dinilai menjadi tantangan umat di Kota Makassar maupun Sulawesi Selatan.

Dalam dialog tersebut, Habib Muhsin Al Habsyie, Ustaz Abdurrahman, Ustaz Agussalim, serta Imam Daerah Habib Djafar Al Habsyie turut menyampaikan pandangan, semangat dakwah, dan keresahan mereka terhadap kondisi sosial masyarakat yang berkembang saat ini.

Dialog dan silaturahmi dipandu oleh Ustaz Nasrun Daeng Kulling selaku MC yang juga menjabat Sekretaris DPD Sulsel Front Persaudaraan Islam.

Kegiatan kemudian ditutup dengan agenda silaturahmi bersama berkeliling Kota Makassar. (Armand Rachman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here