Bachtiar Adnan Kusuma: Ledakan Informasi, Butuh Kecakapan Digital Bagi Pegiat Literasi

0
37
- Advertisement -

PINISI.co.id- Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma kembali membedah” Ledakan Informasi dan Mindset Digital” di depan 50 peserta dari pegiat literasi di Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Kamis Tgl 7 Mei 2026 di Pelataran Perpustakaan Jeneponto.

Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan kalau ledakan informasi telah terjadi sejak dekade 1990-an seperti yang telah diramal pakar Future Shock Alvin Toffler dalam bukunya Gelombang Ketiga (The Third Wafe) yang ditandai dengan banjirnya informasi teknologi.

Menurut BAK, Ledakan informasi menjadi penanda kalau manusia tidak bisa lepas tanpa menguasai informasi. Selain informasi telah menjadi kebutuhan primer, informasi kata Bachtiar Adnan Kusuma telah menjadi life style bagi umat manusia. “ Ledakan informasi telah terjadi dan dibutuhkan kecakapan literasi informasi agar kita tidak kebablasan” kata Bachtiar Adnan Kusuma.

Bachtiar Adnan Kusuma, mengutip Georges Lemaitre pada 1948, menyatakan sebuah teori baru yang sesuai dengan teori big bang.

Menurut George, kata Bachtiar Adnan Kusuma, jika alam semesta terjadi akibat adanya ledakan besar, seharusnya terdapat sisa radiasi yang berasal dari ledakan besar tersebut. Ditambah dengan sisa radiasi yang tersebar di seluruh alam semesta memiliki perbandingan yang sama. Pada tahun 1950, Ralph Alpher dan Robert Herman juga menyatakan hal yang sama dengan Gamov bahwa seharusnya terjadi radiasi.

Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan pustakawan, guru-guru dan pegiat literasi membutuhkan literasi informasi sebagai bekal pengambilan keputusan yang tepat, peningkatan prestasi akademik dan penggunaan teknologi digital.

“ Literasi Informasi wajib menjadi kebutuhan primer bagi setiap pegiat literasi, pustakawan dan guru-guru. Selain memperkuat insight menentukan analisa kebutuhan informasi, penelusuran informasi yang efektif dan efisien, mampu mengelola informasi, cakap berkomunkasi legal dan etis juga pandai melakukan evaluasi informasi” kata Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustalola Perpustakaan Nasional ini.

Bachtiar Adnan Kusuma mengajak para pegiat literasi, pustakawan dan guru-guru agar berpikir dan bertindak digital yaitu memanfaatkan potensi data dan teknologi. Sebaiknya, kata BAK, pustakawan, guru-guru dan pegiat literasi memanfaatkan platform media digital terutama mempromosikan produk literasi informasi ke berbagai penjuru. Caranya, kata Bachtiar Adnan Kusuma dengan membuat konten literasi informasi setiap hari kemudian dilempar ke berbagai produk platform media digital termasuk tiktok, youtube, IG, FB dan media sosial.

“ Jangan terjebab di tengah banjirnya informasi, tapi sesungguhnya kita miskin pengetahuan. Caranya dengan memperkuat volume membaca buku-buku cetak dan e book,” kunci Bachtiar Adnan Kusuma. (Fen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here