Mendes Yandri Siap Dukung Poliran Lewat Program Desa Tematik dan Desa Ekspor

0
75
- Advertisement -

PINISI.co.id– Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menyambangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bertemu Kepala Polri Jenderal Suyudi Ario Seto di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat (30/10/2026) siang.

Usai pertemuan, Mendes Yandri siap mendukung program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) karena program ini beririsan langsung dengan 12 Program Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia.

“Kami miliki program Desa Ekspor yang bisa menyerap banyak tenaga kerja dan juga punya program Desa Wisata yang butuhkan banyak tenaga kerja,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.

Kami juga, kata Mendes Yandri, punya program Desa Tematik seperti Desa Ayam Petelur hingga Desa Ikan Nila yang nantinya bakal menjadi pemasok bahan baku untuk program Makan bergizi Gratis.

Jika program ini dipadupadankan dengan Poliran, Mendes Yandri meyakini program ini bakal berjalan sukses.

Selain itu, pertemuan ini juga membahas kolaborasi program Desa Bebas Narkoba atau Desa Bersinar termasuk soal peredaran minuman keras di desa.

Mendes Yandri menilai upaya pencegahan perlu diperkuat karena penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan kejahatan lainnya dapat mengganggu keamanan serta aktivitas masyarakat desa.

“Jumlah desa 75.26 desa itu Insyaallah akan menjadi fokus kami bagaimana narkoba itu tidak menyasar warga di desa. Jadi kami siap untuk melaksanakan kolaborasi ini dengan program Desa Bersinar,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes mengajak 10 asosiasi desa untuk mendukung pelaksanaan program tersebut karena keterlibatan organisasi desa dapat memperluas jangkauan sosialisasi dan pencegahan narkoba hingga ke masyarakat.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Suyudi mengatakan, Polri bersama Kemendes PDT memperkuat kolaborasi untuk mencegah peredaran narkoba hingga ke tingkat desa. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengembangan program Desa Bersinar atau Desa Bersih Narkoba.

“Kami dengan Kementerian Desa ingin bekerja sama lebih erat lagi bagaimana kita memberikan edukasi literasi ini pada masyarakat kita, anak-anak kita dari tingkat bawah hingga menengah,” kata Kapolri Jenderal Suyudi.

Suyudi mengatakan, kerja sama tersebut diperlukan karena peredaran narkoba tidak hanya menyasar masyarakat perkotaan, tetapi telah menjangkau wilayah pedesaan. Menurut Suyudi, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras berpotensi memicu berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Program Desa Bersinar akan menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk mewujudkan lingkungan desa yang bebas dari narkoba. Suyudi berharap program tersebut dapat diterapkan secara luas di seluruh wilayah Indonesia.

Program lain yang melibatkan Kemendes PDT adalah Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Suyudi menilai pengangguran menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

Melalui program tersebut, Polri akan membantu merekrut, melatih, dan menyalurkan masyarakat ke perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Harapannya bagaimana masyarakat kita yang pengangguran, termasuk yang berkebutuhan karena pascarehabilitasi belum mendapat pekerjaan, ini bisa dipekerjakan sehingga bisa produktif, sehingga angka kriminalitas bisa menurun, situasi kamtibmas bisa kondusif,” jelas Suyudi.

Turut hadir dampingi Mendes Yandri, Sekretaris Jenderal Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Masyhudi, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Tabrani, Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik dan Staf Khusus Fahad Attamimi. (Syam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here