Setelah Tekuk Thailand 4-2 , Indonesia Kini Dijuluki Raja ASEAN

0
139
- Advertisement -

PINISI.co.id– Garuda akhirnya berdiri di singgasana Asia Tenggara. Indonesia sukses menaklukkan Thailand dalam final perdana FIFA ASEAN Cup 2026 melalui drama adu penalti dengan skor 4-2, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga perpanjangan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Kemenangan ini bukan sekadar soal trofi. Indonesia berhasil mengakhiri penantian panjang setelah dalam delapan pertandingan sebelumnya selama satu dekade belum pernah mengalahkan Thailand. Momen tersebut akhirnya datang di panggung terbesar: final FIFA ASEAN Cup.

Drama final berlangsung sengit. Indonesia lebih berani menguasai permainan, sementara Thailand memilih menunggu dan mengandalkan serangan balik.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-84. Dean James membawa Indonesia unggul melalui tendangan bebas yang membentur pemain Thailand sebelum bersarang di gawang. Thailand kemudian harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua. Namun, keunggulan jumlah pemain belum membuat Indonesia bisa mengunci kemenangan.

Hanya tiga menit setelah Indonesia unggul, Iklas Sanron menyamakan kedudukan untuk Thailand. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Drama kembali memuncak. Pada menit ke-111, Thailand yang bermain dengan 10 pemain justru mampu membalikkan keadaan melalui Peeradol Chamrasamee. Namun Garuda belum menyerah.
Lima menit kemudian, Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan. Bek kelahiran Bangkok tersebut melepaskan tembakan yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang. Skor 2-2 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.

Emil Audero Jadi Pahlawan

Dalam drama dari titik putih, mental pemain Indonesia akhirnya berbicara.
Indonesia berhasil mencetak empat gol penalti, sedangkan Thailand hanya mampu mencetak dua. Kapten Thailand Sarach Yooyen gagal mengeksekusi penalti ketiga, sementara penjaga gawang Indonesia Emil Audero menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya. Indonesia pun menang 4-2 dalam adu penalti dan resmi menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup.

Kemenangan tersebut membuat Garuda pantas disebut sebagai raja baru sepak bola ASEAN, setidaknya setelah merebut trofi perdana kompetisi yang diselenggarakan FIFA tersebut.

Lebih menarik lagi, Indonesia menaklukkan Thailand bukan dengan kemenangan mudah. Garuda harus melewati drama 120 menit dan adu penalti untuk memastikan trofi berada di Jakarta.

GBK Berubah Menjadi Lautan Merah Putih

Final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung di hadapan sekitar 67.000 penonton, setelah seluruh tiket pertandingan dinyatakan terjual habis. Antusiasme suporter menunjukkan besarnya gairah masyarakat terhadap kebangkitan sepak bola nasional.

Perayaan kemenangan kemudian semakin lengkap dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang turut menyaksikan seremoni juara. Prabowo bersama Presiden FIFA Gianni Infantino menyerahkan trofi kepada kapten Timnas Indonesia Kevin Diks. Bagi para pendukung Garuda, malam tersebut menjadi salah satu perayaan terbesar sepak bola Indonesia.

Kemenangan juga dirayakan kelompok suporter seperti Ultras Garuda dan La Grande Indonesia, yang dikenal sebagai kelompok pendukung militan Timnas Indonesia.

Salah satu pendukung garis keras Timnas Indonesia, Alif Al Syahban, mengaku takjub melihat perkembangan permainan Garuda.

“Permainan Timnas Indonesia sekarang sudah jelas berbeda level. Ini sudah standar Eropa. Gaya bermain seperti itu membutuhkan taktik tinggi, fisik tangguh, dan disiplin. Bukan lagi sekadar mengandalkan permainan grusa-grusu. Kita bisa melihat Garuda semakin optimistis untuk menembus level dunia.” tegasnya.

Menurut Alif, kemenangan atas Thailand menjadi bukti bahwa mental Indonesia telah berkembang. Bukan hanya mampu mencetak gol, tetapi juga mampu bertahan dalam tekanan, bangkit setelah tertinggal, hingga memenangkan pertandingan melalui adu penalti.

Dari GBK, Garuda mengirim pesan keras ke ASEAN: Indonesia bukan lagi penonton. Indonesia datang untuk menjadi juara.
Dan kali ini, trofi FIFA ASEAN Cup benar-benar menjadi milik bangsa Indonesia. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here