PINISI.co.id- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar Kerukunan Keluarga Pangkajene dan Kepulauan (KKP) di Gedung Wisma Manasik NRA, Jakarta, Sabtu (25/4) kemarin.
Perhelatan ini menjadi ajang temu kangen sekaligus penguat ikatan persaudaraan bagi warga perantau asal Sulawesi Selatan di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Mengusung tema “Merajut Silaturahmi Mempererat Ukhuwah”, acara tersebut tidak sekadar menjadi tradisi tahunan pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat jaringan sosial dan membangun gagasan masa depan bersama.
Ketua Umum KKP, Zainal Abidin Sahabuddin, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota komunitas untuk memaknai silaturahmi sebagai kekuatan sosial yang nyata.
“Alhamdulillah kita berkumpul di hari yang berbahagia sebagai keluarga, sebagai sahabat, sebagai saudara,” ujarnya Zainal yang juga guru besar Universitas Pertahanan ini.
Acara ini turut dihadiri berbagai elemen masyarakat Sulawesi Selatan di perantauan, mulai dari perwakilan Kerukunan Bulukumba, Kerukunan Sulawesi Selatan, hingga perwakilan dari Luwuk. Kehadiran lintas komunitas tersebut menunjukkan kuatnya jaringan sosial warga Sulsel di Jakarta dan sekitarnya.

Tak hanya bernuansa kekeluargaan, pertemuan ini juga diisi dengan pembahasan program-program strategis, khususnya di bidang pendidikan. Zainal mengungkapkan, KKP tengah mendorong penguatan akses pendidikan melalui program beasiswa KIP di STIMIK Kharisma Makassar yang saat ini telah menjangkau sekitar 50 mahasiswa, dengan target hingga 500 penerima.
Selain itu, rencana pembangunan “Kampung Inggris” di wilayah Pangkajene menjadi salah satu agenda prioritas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa asing generasi muda agar lebih siap bersaing di tingkat global.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga siap bersaing di dunia internasional,” tegasnya.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Wakil Ketua Umum KKSS Andi Muhammad Syakir, yang juga Guru Besar Universitas Hasanuddin yang hadir mewakili Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaeman. Ia menilai Halal Bihalal memiliki dimensi sosial yang luas dan berdampak nyata bagi pembangunan masyarakat.
“Ini adalah spektrum sosial dari ibadah. Merawat hubungan sosial adalah kegiatan produktif yang membawa dampak nyata,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Lalo Hamid, menghadirkan suasana khidmat sekaligus harapan agar silaturahmi yang terjalin tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi berlanjut dalam aksi nyata.
Melalui halalbihalal ini, warga Pangkajene dan Kepulauan di perantauan meneguhkan komitmen untuk terus menjaga kebersamaan dan berkontribusi bagi kemajuan daerah asal. Semangat ukhuwah itu diharapkan terus mengalir hingga ke tanah Pangkep, menjadi energi kolektif dalam membangun masa depan yang lebih baik. (Man)













