Para Saudagar Mulai Menyerbu Makassar, Hadiri PSBM dan Rayakan Lebaran di Kampung Halaman

0
149
- Advertisement -

PINISI.co.id- Gelombang kepulangan para saudagar asal Sulawesi Selatan mulai terasa sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kota Makassar dan di sejumlah daerah menjadi titik mudik, bukan hanya untuk merayakan Lebaran bersama sanak keluarga, tetapi juga sebagai ajang konsolidasi menjelang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang digelar di Makassar 25-26 Maret.

Sejumlah panitia juga sudah mudik pekan ini. Selain melakukan persiapan PSBM, mereka juga hendak merayakan Lebaran di kampung masing-masing.

Sementara itu, sebagian saudagar telah lebih dulu tiba di tanah kelahirannya. Mereka memanfaatkan momen Lebaran untuk bersilaturahmi, melepas rindu, berziarah ke makam orangtua, sekaligus menengok usaha dan jaringan bisnis yang tersebar di berbagai daerah.

Separuh lainnya masih bertahan di kota domisili, menunggu waktu yang tepat untuk mudik sekaligus menghadiri PSBM yang bakal dihelat di Hotel Claro yang menjadi langganan pertemuan saudagar.

Salah satu saudagar yang telah lebih dulu pulang adalah Zaenal A. Sahabuddin. Ia kini berada di Pangkep untuk menikmati suasana kampung halaman. Selain dikenal sebagai guru besar di Universitas Pertahanan Jakarta, Zaenal juga merupakan pengusaha dengan portofolio usaha yang beragam, mulai dari hotel, air mineral dan restoran di Segeri serta sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara. Usai lebaran, ia dijadwalkan bertolak ke Makassar untuk mengikuti PSBM.

“Saya ke Segeri dulu untuk melihat perkembangan usaha,” ucap Zaenal yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Pangkep dan Kepulauan.

Hal serupa dilakukan oleh H. Darwis. Sudah seminggu ia berada di Makassar sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Bone untuk merayakan hari raya. Darwis yang menetap di Kupang dikenal memiliki berbagai lini usaha, mulai dari perkayuan, restoran, hingga ritel. Aktivitas bisnisnya juga menjangkau Makassar dan Kendari. Sebagai Ketua KKSS NTT, ia termasuk sosok yang konsisten hadir dalam setiap pelaksanaan PSBM.

Dari Jawa Timur, Eda Abbas juga telah lebih awal pulang kampung. Perempuan energik yang mengelola usaha kuliner di Surabaya ini telah berada di Sungguminasa selama dua pekan terakhir untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Setelah itu, ia akan bergabung dengan rombongan saudagar dari Jawa Timur menuju Makassar guna mengikuti PSBM.

Fenomena penyerbuan ke kota Anging Mammiri ini menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional dan jaringan sosial, ekonomi para saudagar Bugis Makassar, Mandar dan Toraja.

Hal itu dialami Haji Adhan Arman Wollong, yang sejak PSBM pertama pada 1993 rutin mengikuti perhelatan ini hingga sekarang. “Saya Lebaran di Makassar dan bersilaturahmi dengan keluarga di Barru,” ujar pria yang akrab disapa Haji Dehan.

Haji Dehan adalah saudagar yang memperdagangkan hasil bumi, kontraktor dan memilki kapal ekspedisi di Serui, Papua.

Bagi saudagar yang pulang dari rantau, Lebaran adalah peristiwa religius, selain sebagai simpul perjumpaan untuk memperkuat silaturahmi, memperluas jejaring, serta mematangkan kolaborasi bisnis lintas daerah.

Itu pula yang dilakoni Abdu Umar. Ketua KKSS Poso ini, sudah berada di Kota Daeng sejak tiga hari lalu dan memboyong seluruh keluarganya. Seraya kulineran, Abdu juga menyambangi kerabat dan sohibnya. Saudagar kondang dari Poso ini memiliki hotel dan sejumlah apotik di kota kecil itu. “Insya Allah saya ikut PSBM,” katanya.

Dengan mengusung semangat “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, PSBM XXVI diharapkan semakin memperkuat peran saudagar Sulawesi Selatan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional. (Lif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here