Persembahkan Buku “ Di Negeri Para Perindu Ilmu” Santri Iddadiyah dari Bukit Tonrongnge

0
41
- Advertisement -

PINISI.co.id- Menjelang penamatan Santri-Santriwati Pondok Pesantren Darud Dakwah wal_irsyad (DDI) Mangkoso pada Juni 2026, santri Iddadiyah DDI Mangkoso kampus dua Tonrongnge, akan meluncurkan buku yang dipersembahkan 72 orang santri menulis buku bertajuk” Di Negeri Para Perindu Ilmu, Barakkana DDI Mangkoso dari Bukit Tonrongnge”. Buku setebal 120 halaman ditulis para santri Iddadiyah Kampus dua Tonrongnge di antaranya Farhan Alfarisi Kusuma dan kawan-kawan. Buku ini lahir atas dorongan dan mentor Tokoh Literasi dan Perbukuan Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma.

Bachtiar Adnan Kusuma, menguraikan jika dirinya beberapa waktu lalu hadir memberi kuliah subuh di depan 360 orang santri Iddadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso di kampus dua Tonrongnge. “ Saya gercap memberi tugas menulis kepada seluruh santri yang hadir disaksikan para pembina di antaranya Ustadz Dr. Muzakkir, Ustadz Ahmad Rizal, S.Pd, Muh. Samir, S.H, Rahmat Hidayat, S.Pd.” kata BAK.

Menurut Bachtiar Adnan Kusuma bersyukur karena selain sesekali berkunjung ke Ponpes DDI Mangkoso terutama di kampus dua Tonrongnge, ia mengakui kalau dirinya selalu memberi insight agar santri terbiasa menulis sejak dini. Para ulama kenamaan Indonesia, kata Bachtiar Adnan Kusuma telah memberi teladan dan contoh yang mulia dengan meninggalkan nama baik melalui kitab-kitabnya.

Karena itu, kata BAK di buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan. Ia adalah mozaik kenangan, potret batin, dan jejak langkah yang ditorehkan oleh para pencari ilmu pada awal perjalanan mereka menuju Pondok Pesantren DDI Mangkoso. Setidaknya ada tujuh puluh tiga santri yang menuliskan pengalaman mereka sejak hari pertama memasuki gerbang pesantren. Mereka datang dari berbagai penjuru negeri: dari pesisir Papua yang jauh, dari tanah Kalimantan yang luas, dari kota-kota dan kampung-kampung di Sulawesi Selatan, serta dari daerah lain yang dipersatukan oleh satu niat: menuntut ilmu karena Allah. Mereka membawa bahasa ibu masing-masing, kebiasaan masing-masing, juga rasa takut dan harapan yang sama.

Jujur, kata BAK tulisan-tulisan dalam buku ini terasa hidup karena lahir dari momen yang masih hangat. Kita akan menyaksikan bagaimana seorang anak yang baru beranjak remaja harus belajar melepaskan genggaman tangan ibunya. Kita akan melihat adegan yang begitu manusiawi dan menyentuh: mata yang basah menahan tangis, bibir yang berusaha tersenyum agar orang tua tidak khawatir, tubuh yang lemas memandangi punggung ayah dan ibu yang perlahan menjauh dari halaman pondok. Seakan sebagian rumah ikut berjalan bersama langkah itu.

Namun, kata BAK sesungguhnya, pada saat yang sama, mereka sedang memasuki pelukan baru: pelukan ilmu, pelukan adab, pelukan para guru yang teduh dan berwibawa. Di hadapan para ustadz dan pembina, para santri menerima pelajaran pertama yang tak tertulis di papan tulis mana pun: bahwa ilmu bukan hanya diucapkan, melainkan dipantulkan melalui akhlak. Sikap tenang, tutur kata lembut, ketegasan yang adil, dan keteladanan hidup adalah kitab pertama yang dibaca oleh para santri di Mangkoso.

Di pesantren, kata BAK, mereka belajar bahwa mondok bukan hanya soal membaca kitab dan menghafal matan. Mondok adalah latihan hidup. Ia menempa hati agar sabar, melatih jiwa agar kuat, mengajar tubuh agar disiplin, dan menuntun akhlak agar lembut. Di sana seorang anak perlahan dibentuk menjadi manusia yang lebih matang

“ Almarhum Anregurutta K.H.Abdurahman Ambo Dalle, Prof.K.H. Ali Yafie, K.H. Sanusi Baco dan yang mulia Gurutta Prof.Dr.K.H.Muhammad Faried Wadjedy, M.A. telah memberi teladan dengan menulis buku” kata Bachtiar Adnan Kusuma, Penggerak Gerakan Santri Menulis Buku untuk Indonesia, Jumat Tgl 29 Mei 2026 di Mangkoso.

Sementara Kepala Madrasah Iddadiyah DDI Mangkoso Prof(HC) Dr. Muhammad Agus, berharap agar para santri Iddadiyah Mangkoso menjaga akhlak dan nama baik DDI Mangkoso. “ Jadilah pencari surga dan menuliskan untuk abadi” papar Muhammad Agus. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here