PINISI.co.id– Di setiap perjalanan besar, selalu ada langkah pertama yang sering kali sederhana— bahkan nyaris tak terlihat, namun menyimpan makna yang dalam. Buku “ Di Negeri Para Perindu Ilmu, Catatan Perjalanan Awal di Ponpes DDI Mangkoso Kampus Tonrongnge” ini lahir dari langkah-langkah awal itu. Langkah yang diambil dengan hati berdebar, dengan mata yang kadang basah, tetapi juga dengan harapan yang diam-diam tumbuh di dalam dada.
Perjalanan menuju pesantren bukan sekadar perpindahan tempat. Ia adalah perpindahan jiwa, dari dunia yang penuh kenyamanan menuju dunia yang menuntut kesungguhan. Dari pelukan keluarga menuju pelukan ilmu. Dari kehidupan yang serba dibimbing menuju kehidupan yang perlahan menuntut kemandirian.
Di titik inilah, para santri dalam buku ini memulai kisah mereka: kisah tentang keberanian meninggalkan rumah, tentang kerinduan yang tak terucap, dan tentang tekad yang terus dijaga agar tidak padam. Buku “Di Negeri Para Perindu Ilmu” karya santri Pondok Pesantren DDI Mangkoso dari Kampus Dua Tonrongnge ditulis oleh Farhan Alfarisi Kusuma bersama 73 santri dari kampus dua Tonrongnge.
Buku catatan Perjalanan Awal Para Santri di Pondok Pesantren Darud Dakwah wal-Irsyad adalah hasil kuliah Subuh Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma yang dipandu Dr. H.Muzakkir, M.Ag. di masjid Iddadiyah Tonrongnge beberapa waktu lalu. Seperti biasa, Bachtiar Adnan Kusuma menyampaikan ceramahnya tentang Revolusi Literasi Santri, Praktek dan Implementasinya berhasil menggugah ratusan santri yang hadir.
“ Alhamdulillah saya memberi tugas kepada seluruh peserta agar menulis cerita tentang inspiratif mengapa memilih Ponpes DDI Mangkoso dan jadilah buku. Saya menyampaikan terima kasih kepada pembina santri di kampus Iddadiyah Tonrongnge bilkhusus kepada Pak Rizal dan kawan-kawan telah membersamai anak-anak menulis,” kata Bachtiar Adnan Kusuma, Kamis, 4 Juni 2026 di Maros.
Menurut BAK, buku ini diterbitkan menyambut Haflah dan perpisahan Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang direncanakan digelar pada Juni 2026 ini. Karena itu, BAK bangga karena anak-anak santri Iddadiyah kampus dua Tonrongnge memiliki kemampuan menulis yang baik dan membuktikan bahwa literasi tak sekadar Diksi, tapi lebih penting lagi adalah Aksi.
Buku ini akan diserahkan Farhan Alfarisi Kusuma bersama teman-temannya yang menulis dari Madrasah Iddadiyah Tonrongnge kepada Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Anregurutta Prof.Dr. K.H. Muh. Faried Wadjedy, Lc.M.A. dan Direktur Iddadiyah Prof (HC). Dr. Muhammad Agus, Lc. Pada acara perpisahan Ponpes DDI Mangkoso. (Man)














