PINISI.co.id Bersama HIPMI Syariah Sulsel Gagas Kolaborasi CSR BUMN dan BUMD

0
86
- Advertisement -

PINISI.co.id- Upaya memperkuat pembangunan daerah melalui sinergi berbagai pihak terus didorong. Kali ini, Kepala Biro Iklan dan Promosi Media PINISI.co.id Syamsul Bahri, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung (FORSIMEMA), menggagas kolaborasi strategis bersama Wakil Bendahara Umum (Wabendum) HIPMI Syariah Sulawesi Selatan, Firdha Purnamasari Dg Kulle, untuk membangun kemitraan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan BUMN dan BUMD.

Firdha Purnamasari yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Biro Iklan dan Promosi PINISI.co.id menilai sinergi ini merupakan langkah strategis dalam mempertemukan kekuatan media massa dan dunia usaha berbasis ekonomi syariah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan program-program pemberdayaan masyarakat yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Menurut Syamsul Bahri, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi katalisator pembangunan dengan menjembatani kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

“Melalui kolaborasi ini kami ingin mendorong agar program CSR BUMN dan BUMD benar-benar tepat sasaran, memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat transparansi kepada publik,” ujarnya.

Kolaborasi ini dinilai memiliki sejumlah nilai strategis. Selain mempercepat pembangunan daerah melalui pemanfaatan dana CSR yang lebih efektif, keterlibatan HIPMI Syariah Sulsel juga diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan prinsip-prinsip syariah yang mengedepankan keadilan, keberlanjutan, dan kemaslahatan bersama.

Sementara itu, kehadiran PINISI sebagai media diharapkan dapat mengawal implementasi program, meningkatkan akuntabilitas, serta membangun citra positif perusahaan-perusahaan BUMN dan BUMD yang menjalankan tanggung jawab sosialnya secara konsisten.

Dalam gagasan tersebut, terdapat sejumlah sektor prioritas yang dinilai layak menjadi fokus program CSR, antara lain pemberdayaan UMKM melalui pelatihan manajemen bisnis syariah, digitalisasi pemasaran, dan bantuan permodalan; pengembangan sektor pariwisata dan maritim melalui pembinaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) serta modernisasi alat tangkap nelayan yang ramah lingkungan; hingga peningkatan kualitas pendidikan dan literasi digital bagi generasi muda melalui pelatihan jurnalistik, pembuatan konten digital, dan penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi.

Agar program dapat berjalan optimal, kedua pihak menilai diperlukan penyusunan blueprint kerja sama yang komprehensif disertai proposal yang memiliki indikator Social Return on Investment (SROI) yang jelas. Dengan demikian, program CSR yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial atau bantuan sesaat, tetapi benar-benar mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.

Sebagai langkah awal, Syamsul Bahri dan Firdha Purnamasari berencana mendorong penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) maupun audiensi bersama pimpinan BUMN dan BUMD di Sulawesi Selatan. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk merumuskan program-program CSR yang inovatif, terukur, dan berorientasi pada pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara media, dunia usaha, dan korporasi dalam memperkuat pembangunan daerah serta mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat melalui program CSR yang tepat sasaran dan berkelanjutan. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here