Bachtiar Adnan Kusuma, Sepakat Kompetensi Literasi Informasi Pilar Guru yang Membumi

0
38
- Advertisement -

PINISI.co.id- Sebagai praktisi Literasi, Pendidikan dan Perbukuan, Bachtiar Adnan Kusuma menjadi pembicara pertama di acara Bimbingan Teknis Literasi Informasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, Rabu, 16 September 2026 di Aula Asdar Muis, Pangkep.

Bachtiar Adnan Kusuma diundang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pangkep, berbicara tentang Literasi Informasi berjudul” Dari Guru, Teori Big Bang dan Literasi Informasi” di depan guru-guru dan Kepsek SD, SMP, SMA, SMK se Kabupaten Pangkep dihadiri Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kab.Pangkep, Abbas Hasan dan staf dan Kabid Jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pangkep.

Bachtiar Adnan Kusuma, menegaskan kalau Literasi Informasi sesungguhnya adalah alat Emansipasi Pemikiran. Diksi tentang Emansipasi Pemikiran acapkali disampaikan tokoh Emasnipasi pemikiran Cina Deng Xiao Ping bagaimana memakmurkan Cina dengan memajukan melalui kemajuan Pemikiran. Pernyataan ini, Bachtiar Adnan Kusuma menegaskan kalau Literasi Informasi betapa pentingnya bagi guru-guru. Sebab guru, kata Tokoh Literasi Nasional ini sebagai Kompas Kebenaran tak sekadar hanya memiliki kemampuan mengakses pengetahuan dan teknologi melalui Internet, melainkan guru haruslah memahami kalau saat ini, pertama, telah terjadi pergeseran migrasi peran guru sebagai sumber pengetahuan menjadi Kurator Kebenaran.

Perspektif guru sebagai Kurator Kebenaran hanya berlaku pada zaman dahulu, namun di zaman Era Digital sumber pijakan ilmu pengetahuan bukan hanya semata guru saja, melainkan Internet dan fitur-fitur digital yang telah ukut serta memperkaya anak-anak didik kita.

Karena itu, lanjut Bachtiar Adnan Kusuma, dibutuhkan guru-guru yang melek literasi informasi, cakap mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi dan mampu membedakan mana informasi hoaks dan mana fakta.

Kedua, urai Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional ini, kemerdekaan berpikir atau emansipasi berpikir telah menjadi tonggak sejarah peradaban.

” Peradaban hanya bisa maju jika kebudayaan membaca dan menulis serta kemampuan literasi informasi menjadi alas utama dan dimanfaaatkan dengan baik.

Ketiga, katanya perlu keteladanan intelektual. ” Guru-guru harus mampu memahat karakter Etika dan Kritis kepada siswanya. Kuncinya, dbutuhkan guru-guru yang kaya informasi dan memiliiki keterampilan literasi informasi yang mumpuni,” tegas Mantan Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia ini.

Nah, di era Ledakan Informasi atau Banjir Informasi saat ini, Bachtiar mengemukakan kembali Teori Big Bang yang memberikan pemahaman mendalam tentang asal usul perkembangan alam semesta kita. Teori ini adalah teori Fisika Moderen yang pertmakali dikemukakan salah seoranga astronot Edwin Hubble yang melakukan pengamatan dan mengubah pandangan kita tentang alam.

Edwin Hubble, kata Bachtiar menemukan galaksi-galaksi di alam semesta sedang menjauh satu sama lain. Intinya, Hubble tegas kalau alam semesta mengalami ekspansi. Dan, alam semesta berasal dari ledakan besar yang terjadi pada 13,8 miliar tahun lalu.

Pertanyaannya, lanjut Bachtiar apa hubungan teori Big Bang dengan Literasi Informasi? Bachtiar menegaskan kalau teori Big Bang menjelaskan alam semesta bermula dari satu titik singuralitas padat terus mengambang melahirkan miliaran galaksi. Dalam perspekstif Literasi Informasi disebut “ Ledakan Informasi atau Information Explosion ditandai dengan banjirnya internet dan teknologi digital memicu” Ledakan” data yang terus berkembang setiap detik.

” Literasi Informasi adalah kemampuan individu untuk memetakan, menyaring dan menavigasi “ alam semesta” digital yang meluas agar tidak tersesat dalam kekacauan (information overload)” kata Kepala Badan Nasional Literasi IKA BKPRMI ini.

Syahdan, Literasi Informasi sangatlah penting bagi guru-guru. Selain menjadi pedoman dan menavigasi agar tidak salah jalan dalam mendidik siswa-siswinya, Bachtiar juga menegaskan kalau Literasi Informasi memberi arah dan kompas sekaligus pedoman bahwa informasi menjadi kebutuhan pokok, maka diperlukan keterampilan memanfaatkan dan menggunakannya.

Pada akhirnya, literasi Informasi telah menjadi kebutuhan primer terutama bagi guru-guru sebagai Katalisator, Promotor, Animator dan Adminstrator di tengah Ledakan Informasi.

Di sesi tanya jawab, Sukmawati, pustakawan SMA Negeri 11 Pangkep, mempertanyakan pentingnya Literasi Informasi menjadi Pilar kelima dari empat pilar kompetensi Guru.

Bachtiar setuju dan akan mengusulkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar kemampuan Literasi Informasi menjadi penguat kompetensi Guru. Selain kata BAK kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here