Safrizal, Pamong Praja dari Bumi Rencong dengan Jejak Kepemimpinan Nasional

0
63
- Advertisement -

PINISI.co.id– Nama Dr. Drs. Safrizal, Z.A., M.Si. telah lama mewarnai perjalanan pemerintahan dan tata kelola kewilayahan di Indonesia. Putra Bumi Rencong, Aceh, ini dikenal sebagai pamong praja dan birokrat senior dengan pengalaman panjang, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Karier kepamongprajaan Safrizal dimulai dari bawah. Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta ini mengawali pengabdiannya sebagai Lurah Kota Lhokseumawe pada 1994, kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Camat Kecamatan Makmur, Kabupaten Aceh Utara.

Pengalaman langsung bersentuhan dengan masyarakat di tingkat akar rumput menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya. Dari pemerintahan daerah, Safrizal kemudian menapaki berbagai jenjang jabatan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga dipercaya sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.

Pengalaman kepemimpinannya semakin lengkap ketika Safrizal dipercaya menjadi Penjabat (Pj.) Gubernur di sejumlah provinsi. Pada 2021, ia dipercaya memimpin Kalimantan Selatan, antara lain dalam menjaga stabilitas pemerintahan, penanganan pandemi, serta pemulihan pascabencana banjir.

Pada 2023, Safrizal kembali mendapat kepercayaan sebagai Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Di daerah tersebut, ia mendorong penguatan tata kelola pemerintahan sekaligus pengembangan potensi dan ekonomi daerah.

Setahun kemudian, pada 2024, Safrizal dipercaya menjadi Pj. Gubernur Aceh. Penugasan ini memiliki makna tersendiri karena membawanya kembali ke tanah kelahiran untuk mengawal transisi pemerintahan, agenda strategis nasional, serta memastikan roda pemerintahan Aceh berjalan efektif.

Di luar tugas birokrasi, Safrizal juga aktif dalam organisasi kepamongprajaan dan berbagai forum kepemimpinan. Ia turut dipercaya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala (USK).

Pengalaman panjang dalam penataan wilayah, manajemen kebencanaan, pemerintahan daerah, hingga persoalan sosial dan konflik daerah membuat Safrizal dikenal sebagai birokrat yang memiliki perspektif nasional, namun tetap berpijak pada persoalan nyata masyarakat.

Bagi Safrizal, kepamongprajaan bukan sekadar persoalan administratif. Tugas seorang pamong adalah memastikan kehadiran negara dapat dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang nyata.

“Prinsip kepamongprajaan bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan bagaimana menghadirkan negara dan pelayanan publik yang nyata di tengah masyarakat.” (Syamsul Bahri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here