PINISI.co.id- Kerukunan Keluarga Besar Soppeng (KKBS) menggelar acara halalbihalal dan arisan warga dalam suasana penuh haru di kediaman Azhar Hasyim dan dokter Aisyah, kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di tengah duka mendalam setelah organisasi tersebut kehilangan dua tokoh penting dalam waktu berdekatan.

Dalam kurun sebulan terakhir, KKBS bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) ditinggalkan dua figur sentral, yakni Mayjen TNI (Purn) A. Rivai—Ketua Umum KKSS periode 2009–2014 sekaligus Ketua Dewan Pembina KKBS—yang wafat pada 3 Maret 2026, disusul Aprial Hasfa, Sekretaris Jenderal KKBS dan fungsionaris KKSS, pada 1 April 2026.

Ketua Umum KKBS, Ali Duppa, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam atas kepergian kedua sosok tersebut. Ia menyebut almarhum sebagai motor penggerak organisasi yang selama ini menjadi pilar kekuatan KKBS.
“Kita merasa kehilangan motor organisasi KKBS,” ujarnya dengan nada haru.
Dalam kesempatan itu, Ali Duppa mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan keluarga besar Soppeng, khususnya dalam mempererat silaturahmi antarwarga agar tidak terputus. Ia juga menekankan perlunya merawat nilai-nilai adat dan budaya Soppeng sebagai identitas kolektif.
Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal KKSS, Abdul Kadir Karding. Ia menilai kepergian para tokoh tersebut menjadi kehilangan besar bagi KKSS, mengingat semakin terbatasnya figur panutan di organisasi.
“Mereka adalah tokoh yang selama ini menjadi tumpuan,” kata Karding yang juga merupakan warga KKBS.

Mewakili Ketua Umum KKSS Andi Amran Sulaiman, Karding menegaskan bahwa silaturahmi merupakan kekuatan utama warga Sulawesi Selatan di perantauan. Menurutnya, kebersamaan, kekompakan, solidaritas dan tradisi berkumpul harus terus dijaga sebagai fondasi organisasi.
“Pilar Soppeng adalah penopang KKSS. Harus saling menguatkan. Esensi berkumpul bukan sekadar bertemu, tetapi bagaimana memberi manfaat bagi sesama perantau dan untuk kampung halaman Soppeng,” ujar mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran.
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan KKBS, Basri Sidehabi, mengajak seluruh warga untuk memperkuat persatuan serta memberi perhatian pada pembinaan generasi muda agar tetap memiliki harapan dalam kepemimpinan bangsa.
Ia menitikberatkan nilai sigetteng atau saling menguatkan sebagai landasan kebersamaan, serta pentingnya saling membantu di antara sesama warga.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Ketua Dewan Penasehat KKBS, Jafar Hapsah, yang menyoroti pentingnya mengamalkan falsafah Bugis Makassar sipakainge atau saling mengingatkan dan semangat tolong-menolong.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh warga Soppeng, di antaranya Marwah Daud Ibrahim, Ilham Nur Putri, Soehato Jide, Ridwan MT, Mastuti Beta, Hasnawati, Suparman, Wahidah Suaib, serta mantan Ketua IWSS, Nurwasih Noor berikut seratusan warga Soppeng.
Sebagai tuan rumah, Azhar Hasyim menyampaikan harapannya agar pertemuan tersebut tetap menjadi ruang mempererat silaturahmi, meskipun dalam suasana duka.
“Semoga kebersamaan ini tetap terjaga dan menjadi penguat tali persaudaraan kita semua,” ujarnya.
Halalbihalal ini ditutup dengan ceramah dari ustadz Hijrah Dahlan
yang mengajak warga Soppeng untuk membekali diri sebelum kembali ke pangkuan Ilahi.
Terakhir dihidangkan sajian berbagai kudapan tradisional berikut menu istimewa dengan rasa otentik menambah hikmatnya acara. (Lif)














