PINISI.co.id- Bupati Maros Chaidir Syam kembali menggerakkan ASN dan warga masyarakat Berdonasi Buku di Hari Buku Nasional dan Perpustakaan Nasional ke 46 tahun di upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin 19 Mei 2026 di Lapangan Pallantikang Kantor Bupati Maros. Chaidir Syam meluncurkan “Gerakan Aksi Donasi Buku Kabupaten Maros” didampingi Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, Forkopimda dan seluruh OPD dan ASN Pemerintah Kabupaten Maros.
“ Bismillahirahmanirrahim saya Bupati Maros Meluncurkan Gerakan Aksi Donas Buku di Hari Buku Nasional dan Perpustakaan Nasional 17 Mei 2026, sebagai wujud peran serta satuan keluarga, satuan pendidikan dan satuan masyarakat untuk penyediaan bacaan bagi perpustakaan di kabupaten Maros” kata Chaidir Syam saat meluncurkan Gerakan Aksi Donas Buku Maros dilanjutkan dengan bersama-sama Forkopimda dan seluruh ASN Pemerintah Kabupaten Maros menurukan buku di tempat Book Droup yang telah disediakan Gerakan Pembudayaan Minat Baca Maros dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros serta SMP Negeri 2 Maros.
Chaidir Syam menandatangani prasasti pernyataan Gerakan Aksi Donas Buku, selanjutnya diserahkan kepada Kadis Perpustakaan dan Kerasipan Maros diwakili Sekdis, dan Ketua GPMB Maros Bachtiar Adnan Kusuma.
Menurut Chaidir Syam, kita targetkan 1.000 judul buku dari Aksi Donasi Buku dari tanggal 17 Mei 2026 hingga puncak Hari Jadi Maros pada Juli 2026 mendatang.
Penggerak Gerakan Aksi Donasi Buku Maros Bachtiar Adnan Kusuma disampingi Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Maros, Irham Bijaksana, melaporkan kalau target dari aksi donasi buku sampai 1.000 judul buku bergenre sains, sasntr, life skill dan buku-buku umum. Dari hasil donasi buku dari ASN Maros pada Senin 18 Mei 2026 terkumpul 652 judul buku dalam waktu satu jam.
“ Kami memberi apresiasi tinggi atas kesadaran kolosal para ASN Maros yang digerakkan Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Sekda Maros dalam waktu singkat terkumpul kurang lebih seribu judul buku” kata Bachtiar Adnan Kusuma.
Bachtiar Adnan Kusuma, mengutip data menunjukkan jumlah penduduk Indonesia mencapai sekitar 288.889.000 juta jiwa. Sementara berdasarkan data ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 2025, jumlah buku baru yang terbit dan memeroleh ISBN hanya sekitar 128.814 judul buku per tahun.
Jika angka tersebut dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka satu buku baru secara rata-rata “dibaca” untuk sekitar 2.242 orang. Angka ini menunjukkan betapa terbatasnya ketersediaan buku baru bagi masyarakat Indonesia.
Padahal, kata Bachtiar Adnan Kusuma, standar literasi yang acapkali dijadikan rujukan internasional dari UNESCO mendorong agar setiap orang minimal membaca tiga judul buku baru setiap tahun. Jika standar tersebut dijadikan acuan, maka Indonesia idealnya membutuhkan sekitar 866,6 juta buku baru setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan membaca seluruh penduduk.
Melihat angka-angka tersebut, menunjukkan kalau Indonesia masih mengalami kekurangan buku dalam penyediaan akses buku baru bermutu.” Kondisi ini tak sekadar berpusat pada pusaran diksi dan sekadar persoalan angka, tetapi menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia Indonesia” kata Bachtiar Adnan Kusuma di Jumat tgl 15 Mei 2026 di Maros.
Persoalan ini seharusnya menjadi alarm nasional. Literasi tidak cukup hanya melalui diksi di forum-forum nasional dan lokal diwacanakan, tetapi membutuhkan aksi nyata keberpihakan terhadap ekosistem perbukuan nasional. Negara, kata mantan Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, perlu memperkuat dukungan kepada penulis, penerbit, perpustakaan, sekolah, komunitas literasi, hingga toko buku lokal agar produksi dan distribusi buku semakin merata.
Karena itu, Bachtiar Adnan Kusuma memberi apresiasi dan penghormatan tinggi kepada Bupati Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan atas kepedulian dan dukungannya secara moral dan kebudayaan menggerakkan Gerakan Aksi Donasi Buku untuk Perpustakaan di Kabupaten Maros yang diluncukan beliau bertepatan dengan hari Buku Nasional, pada Tgl 18 Mei 2026.
“ Terima kasih Bapak Bupati Maros Chaidir Syam Birokrat Menulis yang memelopori dan mengajak ASN dan masyarakat berdonasi buku di Tgl 17 dan 18 Mei 2026 di Kabupaten Maros,” tutup Bachtiar Adnan Kusuma. (Man)














