IKA Unhas, KMB Bulukumba dan IWSS Bangun Sentra Kambing Terpadu untuk Ketahanan Pangan di Kalbar

0
68
- Advertisement -

PINISI.co.id- Tiga organisasi masyarakat asal Sulawesi Selatan di Kalimantan Barat resmi menjalin kerja sama strategis guna memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Kalbar, Kerukunan Masyarakat Bulukumba (KMB) Kalbar, dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kalbar menandatangani kesepahaman kolaborasi di bidang peternakan kambing dan perkebunan, Sabtu (26/4/2026), di Rasau Jaya Sekunder C, Kabupaten Kubu Raya.

Kolaborasi lintas organisasi ini diarahkan untuk mengembangkan kawasan Rasau Jaya Sekunder C sebagai sentra percontohan peternakan kambing terpadu yang terintegrasi dengan perkebunan produktif.

Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Kegiatan ini dihadiri Ketua KMB Kalbar Mustafa Asad bersama jajaran pengurus.

Dari IKA Unhas Kalbar hadir Sekretaris Surya Widiyananta, Ketua I Andi Hairil, Bendahara Isnarwati, Kabid Pemuda dan Kemasyarakatan Tri Wardana dan Baso Hasan, serta perwakilan Bidang Kebudayaan Hasanuddin.

Turut hadir Sekretaris IWSS Kalbar Andi Misralena Patadjai, Ketua IWSS Kubu Raya Warsida beserta jajaran pengurus. Dukungan juga diberikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Nuryamin, M.M., perwakilan Polsek Rasau Jaya, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua KMB Kalbar Mustafa Asad menegaskan pentingnya semangat gotong royong di kalangan perantau.

“Kita ingin menunjukkan bahwa komunitas bisa berkontribusi nyata bagi daerah. Peternakan kambing dan perkebunan ini akan dikelola bersama, dan hasilnya untuk anggota serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris IKA Unhas Kalbar Surya Widiyananta menyampaikan komitmen organisasinya dalam memberikan pendampingan teknis dan penguatan sumber daya manusia.
“Alumni Unhas memiliki banyak tenaga ahli di bidang peternakan, pertanian, dan ekonomi. Ini saatnya kita terlibat langsung di lapangan,” katanya.

Di sisi lain, Sekretaris IWSS Kalbar Andi Misralena Patadjai menyoroti pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan nilai tambah hasil produksi.

“IWSS akan fokus pada pengolahan hasil ternak dan kebun, seperti susu kambing, abon, hingga produk turunan sayuran. Dengan begitu, nilai ekonominya meningkat dan perempuan bisa lebih berdaya,” jelasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Nuryamin, M.M., turut mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting. “Asupan protein hewani dari kambing sangat baik untuk keluarga. Jika dikelola dengan baik, program ini berpotensi menjadi model nasional,” tuturnya.

Ke depan, ketiga organisasi akan membentuk tim kerja bersama untuk melakukan pemetaan lahan, pelatihan teknis, penyediaan bibit unggul, serta membuka akses permodalan.

Pada tahap awal, program akan dimulai dengan pembangunan kandang komunal dan demplot perkebunan seluas dua hektare di kawasan Rasau Jaya Sekunder C. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here